Breaking News:

Pemkot Yogyakarta Klaim Mayoritas PKL Malioboro Sepakat Direlokasi, Tinggal Menunggu Waktu 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengklaim sebagian besar komunitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro setuju dengan rencana relokasi.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengklaim sebagian besar komunitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro setuju dengan rencana relokasi.

Hanya saja, dibutuhkan ruang khusus, untuk membahas waktu terkait pelaksanaan proses penataan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, Dinas Kebudayaan sudah melakukan upaya sosialisasi, yang menyasar seluruh PKL, melalui paguyuban-paguyuban yang menaungi.

Menurutnya, mayoritas komunitas mengaku sepakat, untuk dilakukan penataan ke depannya.

Baca juga: Polres Magelang Tangkap Pelaku Kasus Pencurian 16 Buah Tabung Gas Oksigen di RSUD Muntilan

"Sebagian besar, menurut laporan dari Disbud, itu sudah sepakat. Hampir semua komunitas. Hanya satu, atau dua ya, yang belum sepakat terkait tanggalnya. Jadi, kalau untuk relokasi sepakat," ucap Heroe, Rabu (1/12/2021). 

Walau begitu, ia tak menampik, masih ada beberapa PKL yang merasa ragu untuk dipindahkan, karena kekhawatiran dagangannya tidak laku di tempat baru.

Padahal, Wawali menandaskan, Pemkot Yogyakarta sudah memikirkan langkah agar mereka bisa tetap berjualan di sana.

"Harapannya, semua saling menghormati, karena ini kan proses untuk kebaikan bersama. Para pedagang tetap kita perhitungkan. Bagaimanapun, supaya mereka berdagang, dan tetap laku di tempat relokasi," terangnya. 

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Bencana: Ada Potensi Tsunami dan Badai Tropis, Masyarakat Diimbau Waspada

"Tapi, kadang-kadang sesuatu yang baru itu banyak yang belum mengerti, nanti apa yang terjadi. Biasanya jualan di trotoar dan lorong toko, terus harus pindah, itu mungkin butuh penyesuaian bagi PKL, ya," lanjut Heroe. 

Karena itu, ia memastikan, Pemkot bakal terus melakukan evaluasi, terhadap tahap-tahap relokasi, supaya aktivitas ekonomi para PKL, dan pemilik toko-toko di sepanjang Malioboro tetap berjalan maksimal.

Khusus bagi PKL, pihaknya telah menyiapkan stimulus tersendiri. 

"Ada itu, kemarin sepertinya, ya, dengan tidak ditarik retribusi, Dinas Kebudayaan yang paham teknisnya. Tapi, jelas ada stimulus untuk PKL," cetusnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved