Pemda DIY Targetkan Relokasi PKL Malioboro Awal Tahun 2022

Proyek relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro terus berlangsung meski muncul adanya penolakan dari sejumlah pelaku usaha. 

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi 

Namun pihaknya merasa dijebak. Pasalnya, undangan sosialisasi dikabarkan mendadak. Dia pun menduga bahwa undangan sosialisasi itu merupakan hasil akhir dari konflik PKL dengan salah satu pemilik toko di Malioboro beberapa waktu lalu.

"Kemarin itu kami ada masalah dengan (toko) gelato karena pemilik toko kan memasang kursi yang ada di tempat lapak PKL sehingga tidak bisa berjualan, saya pikir undangannya soal keputusan itu karena beberapa kali mediasi masih jalan buntu, sehingga persoalan itu kemudian diangkat ke Pemkot lewat Disbud," ujarnya.

Baca juga: PLN Dukung Electrifying Lifestyle Salah Satunya dengan Penggunaan Kompor Induksi, Ini Kelebihannya

Tridharma pun mengambil sikap untuk menolak kebijakan relokasi tersebut. Bukan tanpa alasan, mengingat kondisi anggota Tridharma yang berjumlah 918 PKL belum sepenuhnya pulih akibat epidemi Covid-19.

Rudi pun pesimis lokasi baru yang disiapkan pemerintah tak akan seramai di tempat semula mereka berjualan. Hal tersebut otomatis akan membebani mereka secara ekonomi.

"Karena kita sudah selama dua tahun kena dampak pandemi begitu mulai ekonomi bergerak dan belum apa-apa sudah dilakukan relokasi. Tentu kita mengambil sikap menolak karena kondisi anggota kami, apalagi belum tentu di tempat yang baru penghasilannya bagus," kata dia. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved