Pemkot Yogyakarta Dukung Pengetatan Kedatangan Luar Negeri demi Cegah Varian Omicron 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendukung penuh upaya Kementerian Perhubungan, yang kembali memperketat pintu masuk internasional, baik jalur

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendukung penuh upaya Kementerian Perhubungan, yang kembali memperketat pintu masuk internasional, baik jalur darat, laut, dan udara.

Hal itu, guna mengantisipasi sebaran varian baru Covid-19, Omicron masuk ke Indonesia. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, bagaimanapun upaya nyata harus diambil oleh pemerintah pusat, agar Omicorn bisa dicegah sebarannya.

Baca juga: Peringati HUT Ke-50 KORPRI, Bupati Magelang Serahkan Sejumlah Bantuan Sosial dan Beasiswa

Bukan tanpa alasan, sebagai satu di antara tujuan utama pariwisata di Indonesia, Kota Yogyakarta saat ini dibuat was-was. 

"Jadi, pengetatan dan segala macam, memang harusnya seperti itu. Karena, sebarannya (Omicorn) sudah sampai di beberapa negara, sehingga harus diantisipasi. Apalagi, itu kabarnya lebih cepat penyebarannya daripada Covid-19 varian delta kemarin," ucapnya, Senin (29/11/2021). 

Menurutnya, dalam penanganan varian baru yang belum sepenuhnya dikenali, memang butuh prinsip kehati-hatian dari seluruh pemangku kebijakan.

Sebab, setiap keputusan yang diambil berdampak langsung pada kesehatan, dan keselamatan warga masyarakat seluruh tanah air. 

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta itu tak mempermasalahkan, meski pengetatan akses masuk bagi tamu mancanegara jelas berdampak di sektor pariwisata karena ada penambahan syarat isolasi.

Bahkan, dirinya secara tegas mendukung penuh kebijakan tersebut. 

"Lebih baik kita bertindak hati-hati, demi keselamatan masyarakat. Kami jelas setuju, dengan pembatasan untuk kedatangan dari luar negeri itu. Jangan sampai terlambat lagi, seperti waktu delta muncul dulu," cetusnya. 

Baca juga: Gelar Multi Stakeholder Forum, PLN UP3 Yogyakarta Komitmen Suplai Listrik Prima untuk Masyarakat

Lebih lanjut, selaras dengan kewenangannya, Pemkot Yogyakarta kini berupaya mendorong, supaya penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat, atau ruang-ruang publik, bisa lebih didisiplinkan.

Ia berujar, fenomena merebaknya varian delta silam, menjadi pelajaran. 

"Kalau yang berhubungan dengan luar negeri itu kan jadi ranahnya teman-teman di Jakarta. Tapi, kita di daerah ini ya bagaimana menjaga prokes dengan aturan yang ada. Nah, makanya one gate system kita terapkan," urainya. 

"Harus senantiasa didisiplinkan, agar prokes selama PPKM Level 2 ini benar-benar menjadi bagian penting kehidupan warga masyarakat, khususnya, ketika pariwisata mulai bangkit kembali seperti ini," pungkas Wawali. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved