Isi Kekosongan RPJMD Pasca 2022, Pemkot Yogya Dorong Realisasi Masterplan Kelurahan
Pemkot Yogyakarta menyiapkan semacam RPJMD transisi, dengan mengedepankan perencanaan wilayah strategis berbasis kelurahan
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seiring berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Yogyakarta 2017 -2022 pada tahun depan, Pemkot Yogyakarta menyiapkan semacam RPJMD transisi, dengan mengedepankan perencanaan wilayah strategis berbasis kelurahan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan selaras topik 2022, pembangunan infrastruktur publik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama.
Akan tetapi, ia tidak menampik, berakhirnya masa RPJMD 2017-2022 memang menjadi permasalahan.
"Meski dari aturan perundang-undangan sekarang, APBD berikutnya masih harus menyesuaikan dengan 2022. Tapi, kita belum tahu, bagaimana transisi menuju 2023 itu, apakah ada perubahan," katanya, dalam agenda Obrolan YK: Partisipasi Pembangunan, Jumat (26/11/2021).
Oleh sebab itu, pihaknya kini mendorong partisipasi dari kalangan masyarakat, untuk perencanaan pembangunan yang terintegrasi, yang disebut dengan masterplan kelurahan.
Menurutnya, cetak biru tersebut, berisikan mimpi-mimpi penduduk setempat terhadap lingkungannya selama lima tahun kedepan.
"Ini sebagian besar berisi tentang pemberdayaan masyarakat berbasis pariwasata, dan ekonomi kreatif (ekraf), mulai dari kerajinan, kuliner, dan segala macam," katanya.
Heroe menyampaikan, sejauh ini antusiasme dari warga masyarakat di tingkat kelurahan, cenderung sudah cukup tinggi.
Melalui pendekatan temoto, temonjo dan kroso, ia optimis, ketiadaan RPJMD mulai tahun depan, sanggup diantisipasi dengan masterplan kelurahan.
"Artinya, tingkat partisipasi masyarakat sangat baik, ya, karena 45 kelurahan sudah menyelesaikan perencanaan pembangunan terintegrasi. Sebagian besar sudah terepresentasikan di sana," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menyampaikan partisipasi masyarakat menjadi ujung tombak dalam pembahasan rencana-rencana tersebut.
Sehingga, ke depannya, peningkatan kualita SDM dsm pelayanan dasar di kota akan tercapai dengan baik.
"Kita memakai pendekatan partisipatif. Kita sekarang kan masih dalam masa pandemi. Bagaimana perekonomian bisa naik? Ya, dengan peningkatan pariwista, dan budaya, yang dilandasi ekonomi kreatif, yang akan menjadi ceruk perekonomian di masyakarat," katanya.
Menurut Agus, sesuai dengan hasil pembahasan konstruksi anggaran dalam APBD 2022, tetap berada dalam takaran masa pandemi, meski situasi pertumbuhan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta saat ini sudah sangat melandai.
Namun, bagaimanapun, sektor perekonomian tetap harus didorong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tangkapan-layar-agenda-obrolan-yk.jpg)