Berita Gunungkidul Hari Ini
Jelang Nataru, Harga Sejumlah Komoditas Bapok di Gunungkidul Naik
Sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di pasaran mulai mengalami kenaikan harga mendekati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di pasaran mulai mengalami kenaikan harga mendekati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Meski demikian, ketersediaan bapok di Gunungkidul diklaim tetap aman.
Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sigit Haryanto menyampaikan kenaikan terjadi pada minyak goreng serta komoditas protein hewani.
"Minyak goreng baru kelihatan naiknya belakangan ini, kalau telur ayam sempat naik tapi sekarang perlahan mulai turun," jelas Sigit dihubungi pada Kamis (25/11/2021).
Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru, Pemda DIY Akan Gelar Operasi Pasar
Menurutnya, telur ayam negeri sempat menembus harga Rp 25 ribu per kilogram (kg).
Namun kondisi tersebut hanya berlangsung sesaat, karena saat ini harganya mulai mendekati normal.
Kondisi berbeda justru terjadi pada minyak goreng kemasan, yang naiknya cukup signifikan.
Sigit mengatakan harga minyak goreng saat ini berada di level Rp 18 ribu per liter dari yang sebelumnya Rp 14 ribu per liter.
"Sampai saat ini masih stabil di harga Rp 18 ribu," ungkapnya.
Sigit mengatakan upaya normalisasi harga sudah dilakukan lewat operasi pasar di 4 titik. Adapun kegiatan ini bekerjasama dengan Disperindag DIY, BULOG, hingga Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) DIY.
Disperindag Gunungkidul juga terus melakukan pemantauan ke sejumlah pasar sebagai langkah antisipasi jelang Nataru.
Fokus pemantauan dilakukan pada ketersediaan hingga harga bapok.
Baca juga: 61 Koperasi Mati Suri, Dinkop-UKM Gunungkidul Pantau Kondisinya hingga Akhir Tahun
"Stok dijamin aman sampai Nataru nanti," kata Sigit.
Naiknya harga minyak goreng kemasan dirasakan pula oleh pedagang makanan ringan.
Seperti Silvia, pedagang jajanan di Taman Kuliner Wonosari.
Menurutnya, harga minyak kemasan yang biasanya dihargai kurang dari Rp 30 ribu untuk 2 liter, kini naik sampai Rp 35 ribu.
Ia biasanya membeli di swalayan untuk kebutuhan usaha kecilnya itu.
"Lumayan selisihnya sampai Rp 5 ribu, tapi ya mau bagaimana lagi," kata warga asal Semanu ini.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)