Headline
Kejahatan Jalanan Semakin Meresahkan Warga, Gerombolan Pemotor Acungkan Celurit
Purwanto: "Itu anak-anak muda, kalau enggak keliru ada 4 motor. Tapi kan temannya banyak, itu pukul-pukulan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kejahatan jalanan yang dilakukan pelaku tunggal atau sekelompok tak dikenal terus meresahkan. Warga Kampung Kadipaten, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta terusik saat gerombolan remaja membuat gaduh dengan mengacungkan senjata tajam jenis celurit sembari berteriak-teriak pada Selasa (23/11) dini hari.
Kabar itu sudah beredar di berbagai media sosial. Dalam rekaman video warga, terlihat seseorang mengancam masyarakat menggunakan celurit. Salah satu saksi mata bernama Purwanto (50) mengatakan, saat kejadian itu berlangsung dia tak berani keluar rumah, meski ia mengaku terusik atas peristiwa itu.
Diketahui olehnya, gerombolan remaja itu datang dari arah timur atau dari Jalan Ngasem, Rotowijayan. Sesampainya di simpang tiga Kampung Kadipaten, mereka berhenti dan tiba-tiba yang membawa celurit itu mengancam seseorang. Dia juga menyaksikan gerombolan remaja itu baku hantam persis di depan bengkel tambal ban miliknya.
"Itu anak-anak muda, kalau enggak keliru ada 4 motor. Tapi kan temannya banyak, itu pukul-pukulan. Saya ngintip dari dalam, kalau keluar saya bisa cilaka," katanya saat ditemui di lokasi, kemarin siang.
Purwanto hanya mendengarkan teriakan keributan itu dari dalam tempat tinggalnya. Menurut kesaksiannya gerombolan itu berputar-putar di sekitar kampung Kadipaten. "Mereka muter-muter dari jam satu (dini hari) sampai hampir sampai azan subuh. Mereka kejar-kejaran," ungkapnya.
Dari penuturannya, para pemuda Kampung Kadipaten sempat keluar rumah dan mengejar gerombolan itu. "Pemuda di sini pada keluar, sempat mengejar mereka. Ya, karena teriak-teriak orang terganggu. Saya juga enggak bisa tidur," ujarnya.
Atas kejadian itu, Purwanto meminta aparat kepolisian bertindak tegas untuk memberantas kejahatan jalanan, khususnya di Kota Yogyakarta. Karena menurutnya kenakalan remaja yang muncul saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat. "Itu kan geng remaja, ya. Polisi harus bertindak, dibinalah. Itu sangat meresahkan, kalau sudah jam 2 sampai subuh itu pas malam Minggu pasti ada," ungkapnya.
Kapolsek Kraton, Kompol Sukamto menanggapi kejadian ini. Tim intelejen dari Polsek Kraton bersama Bhabinkamtibmas pagi kemarin juga mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di simpang tiga Kampung Kadipaten, tepatnya di depan salah satu warmindo.
Dari hasil penyelidikan sementara, didapat petunjuk melalui kamera pengintai atau CCTV milik warga. "Memang betul bahwa mereka mengacungkan senjata tajam jenis celurit. Itu terekam melalui kamera CCTV. Tapi untuk identitas pelaku belum kami ketahui, termasuk motifnya," jelasnya.
Sukamto menegaskan, sampai dengan Selasa siang belum ada laporan adanya korban akibat insiden baku hantam tersebut. "Belum ada yang melapor sebagai korban. Dan kasus itu dilimpahkan ke Polresta, karena kami tidak ada unit reskrim," pungkasnya.
Kejadian di Sleman
Dua orang pelajar SMP di Kulon Progo berinisial ZWD (16) dan IWB (16) warga Gamping, Sleman, diamankan di Polsek Godean. Keduanya ditangkap warga dan diserahkan ke pihak berwajib, karena kedapatan membawa senjata tajam, saat hendak tawuran di seputar Ring Road Selatan.
Kanit Reskrim Polsek Godean, Iptu Bowo Susilo menceritakan, kronologi kejadian bermula ketika kelompok remaja berjumlah sekitar 16 orang hendak tawuran di Ring Road selatan, seputaran kampus UMY, pada Selasa (23/11) dini hari. Namun, kelompok lain, yang menjadi lawan tawuran itu tidak datang.
Akhirnya, kelompok tersebut berkeliling, sambil menenteng senjata tajam melintas di Jalan Godean. "Di jalan Godean ini, ada masyarakat melihat kelompok ini membawa celurit sama pedang. Kemudian dikejar oleh warga. Dua orang berhasil diamankan. Lainnya lari," jelas Bowo.
Dari dua orang yang berhasil diamankan itu, satu di antaranya, berinisial ZWD, kedapatan membawa senjata berupa gir motor yang diikat pada tali panjang berwarna cokelat. Dua remaja tersebut, berikut satu sepeda motor Honda Vario kemudian diserahkan ke Polsek Godean.
"Masyarakat yang mengamankan juga sudah membawa laporan. Kaitannya karena dua remaja ini membawa senjata tajam," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/baku-hantam-terjadi-di-kampung-kadipaten-yogyakarta-pada-selasa-malam-salah-satu-bawa-celurit.jpg)