Aksi Kejahatan Jalanan Alias Klitih Kembali Marak, Polresta Yogyakarta Bentuk Tim Puma
Tim itu diberi nama Puma alias Pasukan Hantu Malam, yang diisi anggota kepolisian dari berbagai satuan di Polresta Yogyakarta.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta dibuat geram atas kembali maraknya sejumlah aksi kejahatan jalanan alias klitih yang terjadi di wilayah Yogyakarta.
Beberapa aksi kejahatan jalanan, dikabarkan sebagian besar dilakukan oleh kalangan remaja.
Polisi pun geram atas tindakan kenakalan remaja yang berubah menjadi perilaku brutal tersebut.
"Menindak lanjuti banyaknya kejadian ini, sekarang kami mulai ada patroli rombongan motor dan remaja," kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, saat dihubungi pada Selasa (23/11/2021).
Sebagai langkah tegas, pihaknya telah membentuk tim yang direncanakan untuk menjaring para remaja yang bertindak kriminal.
Tim itu diberi nama Puma alias Pasukan Hantu Malam, yang diisi anggota kepolisian dari berbagai satuan di Polresta Yogyakarta.
"Sudah ada, tapi silent. Namanya Tim Puma (Pasukan Hantu Malam)," jelasnya.
Baca juga: Kapolresta Yogyakarta Buka Suara Terkait Video Dugaan Penganiayaan di Jalan Kyai Mojo
Baca juga: Baku Hantam Terjadi di Kampung Kadipaten Yogyakarta pada Selasa Malam, Salah Satu Bawa Celurit
Purwadi enggan menjelaskan, ada berapa anggota polisi yang menjadi bagian dari tim tersebut.
Kendati demikian, dia memastikan bahwa para anggotanya sudah mulai bekerja termasuk melakukan patroli malam.
Dikabarkan sebelumnya, sejak Sabtu (21/11/2021) dini hari lalu, warga Kota Yogyakarta merasa resah sebab aksi kejahatan jalanan yang lazim disebut klitih muncul kembali.
Setidaknya terdapat dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) tindak kejahatan jalanan itu pada Sabtu dini hari lalu.
TKP pertama terjadi pengeroyokan terhadap seseorang di Jalan Kyai Mojo, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Hingga kini polisi masih memburu pelaku tersebut, dan kini kasus itu sedang dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Yogyakarta.
TKP kedua, seorang pelajar berinisial AM (16) harus menderita luka sayatan di punggung, akibat terkena senjata tajam.
AM dikejar oleh gerombolan remaja bersepeda motor serta bersenjata tajam, saat ia hendak mampir disebuah SPBU kawasan, Mergangsan, atau tepatnya di Jalan Kolonel Sugiono, Kota Yogyakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kapolresta-yogyakarta-kombes-pol-purwadi-wahyu-anggoro-2092021.jpg)