Breaking News:

Pemkab Bantul Sebut Destinasi Wisata Saat Akhir Tahun Berpotensi Tetap Buka dengan Pembatasan

Pemerintah membuat kebijakan PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di semua wilayah. Kondisi ini dapat mempengaruhi kunjungan

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah membuat kebijakan PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di semua wilayah.

Kondisi ini dapat mempengaruhi kunjungan wisatawan, termasuk di wilayah Kabupaten Bantul.

Diharapkan, pemerintah tetap memperbolehkan adanya aktivitas pariwisata, walaupun ada pembatasan-pembatasan.

Baca juga: Antisipasi Penularan Gelombang Ketiga, Binda DIY Dorong Pelaksanaan Vaksin Booster Dosis Ketiga

"PPKM level 3 dari 24 Desember hingga 2 januari itu insyaAllah tidak menutup aktivitas pariwisata, cuma se-Indonesia nanti level 3 semua. Memang ada pembatasan-pembatasan, kita menunggu regulasi terakhir saja," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo Senin (22/11/2021).

Ia pun mengadopsi pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji yang menyampaikan bahwa level 3 akhir tahun itu tidak sama dengan level 3 yang sebelumnya diterapkan.

Dalam aturan PPKM level 3 sebelumnya, destinasi pariwisata memang tidak diperbolehkan untuk beroperasi.

Namun ia menyatakan, bahwa dalam PPKM level 3 di akhir tahun nanti, ada kemungkinan destinasi pariwisata boleh buka, namun dengan pembatasan-pembatasan.

"Tetapi catatannya melihat perkembangan, kalau sebelum tanggal 24 Desember kasus tidak terkendali, pasti levelnya naik. Tapi level 3 hanya untuk pengendalian dengan memberlakukan pembatasan-pembatasan, kalau toh pariwisata boleh buka harus dengan pola yang ketat," imbuhnya.  

Ia menyatakan bahwa hampir dipastikan seluruh wilayah Indonesia akan menerapkan PPKM level 3. Namun pihaknya juga akan menunggu aturan dari pusat, dan melihat turunannya dalam Instruksi Gubernur dan Bupati.

Ia pun mengimbau agar masyarakat dapat bersabar dan tetap menunggu aturan dari pusat.

Baca juga: Trotoar Jalan Pasar Kembang Kota Yogyakarta Dipenuhi Kendaraan Bermotor, Ini Keluhan Pejalan Kaki

"Untuk masyarakat jangan gelisah dulu, semua ada ketentuannya, kita belum tentu tutup kok. Tapi saya juga tidak menjamin pasti bisa buka," tandasnya.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata saat ini hampir menyentuh Rp 10 miliar dari target akhir tahun sekitar Rp 14,6 miliar.

Dengan sisa waktu tersebut, Kwintarto menyatakan bahwa target itu akan susah terpenuhi.

"Biasanya akhir tahun bisa Rp 3-4 miliar. Waktunya sudah tidak memungkinkan untuk mengejar PAD, apalagi dengan wacana PPKM level 3, meski tidak bisa tercapai Rp 4 miliar, besuk kalau normal Rp 2 miliar bisa masuk lah," tandasnya. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved