Kemungkinan Koalisi PDIP-Gerindra 2024
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP),
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNjogja.com JAKARTA - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri terlibat dalam pertemuan hangat di ruangan VVIP Istana Kepresidenan, Jakarta.
Tak hanya kedua politikus kenamaan tersebut, dalam foto yang diterima Tribun juga terlihat Ketua DPR RI sekaligus ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Pertemuan itu terjadi di sela-sela pelantikan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.
Adanya pertemuan tersebut mengisyaratkan kemungkinan terjadinya koalisi dua partai politik yakni Gerindra dan PDIP.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, kemungkinan koalisi kedua partai tersebut sangat terbuka.
"Soal kemungkinan koalisi di 2024 sangat terbuka sekali, PDIP dan Gerindra punya sejarah pertemanan yang panjang," jelasnya, Minggu (21/11/2021).
Habiburokhman menilai, pertemuan di Istana Kepresidenan sebagai bentuk silaturahmi yang terus dijaga Prabowo dengan tokoh politik lainnya.
Apalagi Gerindra dan PDIP pernah kerja sama pada pemilu tahun 2009 silam.
Ketika ditanya apa pembahasan pertemuan dua petinggi partai politik tersebut, Habiburokhman enggan menyebut secara gamblang.
"Pertemuan tersebut adalah silaturahmi yang amat baik dan selama ini selalu terjaga dengan baik," ujarnya.
Sementara, juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, pertemuan antara Prabowo, Megawati Soekarnoputri, dan Puan Maharani harus dimaknai sebagai ajang silaturahmi antartokoh partai politik.
Menurut dia, pertemuan yang hangat itu menandakan bahwa komunikasi antara PDIP dan Gerindra selaku partai yang dinaungi Prabowo Subianto tetap terjaga dengan baik.
"Politik kita terlalu banyak membaca memproduksi teks dari simbol-simbol, lalu jadi ramai. Sebenarnya ini hal yang biasa saja, apalagi Bu Mega dan Mbak Puan, dengan Pak Prabowo komunikasinya selama ini sangat cair dan bahkan ketika berkontestasi silaturahminya tetap baik, dan itu tetap dijaga," ucap Dahnil.
Lebih lanjut, dia menuturkan, pertemuan tersebut sejatinya menjadi pembelajaran positif kepada semua pihak.
Pembelajaran itu, kata Dahnil, komunikasi yang terjaga baik meski antara ketiganya sempat berbeda pandangan politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/waketum-gerindra-besok-prabowo-subianto-presiden-jokowi-dan-megawati-dijadwalkan-bertemu.jpg)