Breaking News:

Kalangan Pesantren di Yogyakarta Minta Muktamar NU Dimajukan 

Polemik mengenai waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) seiring penerapan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia selama masa Natal dan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede, Kota Yogyakarta, KH Abdul Muhaimin. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polemik mengenai waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) seiring penerapan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), mendapat perhatian dari kalangan pesantren di DI Yogyakarta. 

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ummahat, Kotagede, Kota Yogyakarta, KH Abdul Muhaimin meminta supaya jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera bersikap, dan membuat keputusan final kapan Muktamar dapat digulirkan. 

Baca juga: PS Satria Adikarta Bidik Target Lolos 8 Besar Liga 3 DIY

"Agar energi warga NU, pada khususnya, tidak terkuras memikirkan hal-hal yang tak produktif. Kita dorong PBNU segera rapat, akan lebih baik jika muktamar bisa digelar secepatnya, bukan dimundurkan akibat PPKM level 3," cetusnya, Senin (22/11/2021). 

Menurutnya, pilihan memajukan Muktamar dari jadwal sebelumnya pada 23-25 Desember, mempunyai beberapa manfaat.

Pertama, dengan memajukan jadwal, Muktamar yang bergulir di Lampung tersebut, dapat digelar awal Desember 2021 mendatang. 

Kemudian, yang ke dua, konsolidasi di tubuh NU praktis semakin baik.

Tidak hanya di level pembenahan struktural, konsolidasi juga berkaitan dengan program-program kerja yang harus menjadi perhatian besar bagi kepengurusan PBNU teranyar nantinya. 

"Ada banyak persoalan kebangsaan yang membutuhkan kontribusi aktif dari NU, ya, seperti penanganan pandemi, perekonomian, pendidikan, kesehatan, terus bagaimana menyukseskan agenda politik nasional di tahun 2024 mendatang," ungkapnya. 

Baca juga: Kelompok Mina Warta Belajar Memelihara Ikan dan Produksi Pakan Mandiri di Budi Fish Farm

Melihat keberadaan agenda-agenda besar yang menuntut keterlibatan NU, ia pun berharap, para pengurus di PBNU bisa bermusyawarah dan menetapkan waktu Muktamar dengan mengedepankan aspek kejernihan berpikir, dan kepentingan yang lebih luas. 

"Dengan berpijak di atas kepentingan luas, Muktamar akan menghasilkan keputusan yang bisa memajukan NU ke depannya," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved