Breaking News:

Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Kontingen DIY Tak Capai Target di PON XX Papua, 4 Pengurus KONI DIY Mundur dari Jabatannya

Pengurus yang mundur merasa bertanggung jawab secara langsung atas hasil PON Papua kemarin.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Rumpis Agus Sudarko 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Imbas dari tidak tercapainya target peraihan medali kontingen DI Yogyakarta di Pakan Olahraga Nasional (PON) XX Papua membuat empat pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Pekan ini secara resmi keempat pengurus KONI DIY mulai dari wakil Ketua Umum (WKU) II sekaligus Ketua Kontingen DIY di PON XX Papua 2021, Rumpis Agus Sudarko, Anggota Bidang Pembibitan dan Pembinaan Prestasi, Awan Hariono, Anggota Bidang Pendidikan dan Penataran Muhammad Hamid Anwar, dan Anggota Bidang Sarana, Prasarana dan Aset Topan Faisal Rizal, resmi mengirimkan surat pengunduran diri.

Rumpis Agus Sudarko menegaskan akhirnya keinginannya untuk mundur setelah hasil kontingen DIY yang tidak tercapai di PON dapat terealisasi setelah mengirim langsung surat pengunduran diri kepada Ketum KONI DIY.

Baca juga: KONI DIY Targetkan Atlet dan Cabor DIY Bisa Loloskan Lebih Banyak ke PON XXI Aceh-Sumut 2024

“Surat sudah saya sampaikan ke KONI DIY tanggal 17 November lalu dan sudah diterima Pak Ketum KONI DIY,” katanya, Minggu (21/11/2021).

Seorang Dosen FIK UNY itu menyebut sebagai WKU yang membidangi pembinaan dan prestasi, dirinya merasa bertanggung jawab secara langsung atas hasil PON Papua kemarin.

Seperti yang diketahui, dari target 11 medali emas yang dicanangkan, DIY hanya mampu mengamankan delapan medali emas, apalagi dihitung dari cabang olahraga yang ditarget mendapat medali, kontingen DIY hanya mampu mendapat enam medali emas saja.

“Dari 11 yang kita targetkan, hanya 6 yang membuahkan hasil. Kalau yang 2 medali emas dari catur itu bonus bagi DIY karena memang tidak kami targetkan. Jika target 11 emas dan terealisasi 6 emas, itu kan jauh. Sebagai WKU bidang Binpres, saya bertanggungjawab dan inilah pertanggungjawaban saya,” tukasnya.

Senada dengan Rumpis, tiga pengurus lainnya juga mengungkapkan hal yang sama terkait alasan mereka mundur dari kepengurusan yang baru secara resmi dilantik pada 3 Mei 2021 lalu ini. 

“Bidang Sarpras itu kan penunjang Binpres, jika prestasi di PON kemarin tidak sesuai target, ya kami ikut bertanggung jawab. Pertanggung jawaban saya adalah ikut mundur dari kepengurusan,” jelas Topan Faisal Rizal.

Baca juga: KONI DIY Mulai Petakan Cabor yang Punya Potensi Raih Medali Emas di PON XXI Aceh-Sumut 2024

Adapun menurut Muhammad Hamid Anwar kegagalan kontingen DIY di PON bukan hanya kegagalan dari person Ketua Kontingen, untuk itu sebagai bagian dari KONI DIY ia turut bertanggung jawab secara moral dan profesional. 

“Selain itu, ada beberapa tugas lain yang cukup menyita waktu, sehingga saya tidak mau kalau urusan pembinaan olahraga prestasi di KONI DIY ini hanya sekedar samben saja. Banyak yang lebih kompeten dan fokus untuk menangani KONI DIY kedepannya,” bebernya.

Di sisi lain, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto membenarkan keempat pengurusnya telah mengajukan pengunduran diri, namun ia belum dapat memutuskan langsung untuk saat ini.

“Tanggal 17 November lalu staf KONI DIY menerima surat tersebut. Atas surat itu, kami akan mendalami dulu sambil kita pastikan program tetap berjalan. Jangan sampai ada program yang tertunda,” tegasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved