Syarat-syarat Taubat Nasuha dan Tata Cara Salat Taubat

Taubat adalah sikap menerima dengan setulus hati apa kesalahan yang diperbuat dan menyesalinya dan Salat Taubat dan Taubat Nasuha

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
via mobtada.com
Ibadah Salat Taubat adalah wujud penghambaan manusia terhadap Tuhannya 

TribunJogja - Taubat merupakan suatu sikap menerima dengan setulus hati apa kesalahan yang diperbuat dan menyesalinya, serta berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

Taubat dapat dilakukan dengan cara mendirikan salat taubat dengan niat tulus ikhlas mengharap keridhoan Allah swt.

Salat Taubat merupakan wujud peribadahan tertinggi di hadapan Allah SWT

Ibadah Salat Taubat adalah wujud penghambaan manusia terhadap Tuhannya, dengan mengakui bahwa dirinya tidak lain dan tidak bukan hanyalah  seorang pendosa.

Pada dasarnya salat ini dilakukan dengan bentuk penyadaran manusia di tingkat iklasnya untuk memperbaiki dirinya menuju sikap yang lebih baik.

Berikut rangkuman Salat Taubat dan Taubat Nasuha dirangkum dari Terjemahan kitab fikih dan bab salat :

Anjuran untuk bertaubat, terdapat dalam firman Allah SWT

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Yā ayyuhallażīna āmanụ tụbū ilallāhi taubatan naṣụḥā, 'asā rabbukum ay yukaffira 'angkum sayyi`ātikum wa yudkhilakum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru yauma lā yukhzillāhun-nabiyya wallażīna āmanụ ma'ah, nụruhum yas'ā baina aidīhim wa bi`aimānihim yaqụlụna rabbanā atmim lanā nụranā wagfir lanā, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. At Tahrim : 8)

Ayat diatas menunjukan betapa diperuntukannya untuk kita suatu taubatan nasuha.

Dimana kita dapat merasakan nikmat keislaman yang lebih baik dengan meninggalkan masa sulit kita senantiasa lalai akan apa yang Allah SWT perintahkan dan mendekati apa yang di larang.

Syarat-syarat Taubat Nasuha

1. Menyesali segala perbuatan dosanya.

2. Berazam (bertujuan) untuk tidak akan pernah mengulanginya kembali.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved