Tata Cara Mendirikan Salat Gerhana Bulan Lengkap Beserta Doa dan Zikirnya

Salat adalah amalan sunnah yang dianjurkan saat terjadi fenomena gerhana bulan. Hal itu karena gerhana bulan adalah bukti kekuasaan Allah SWT.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Antara Foto/Ahmad Subaidi via Kompas.com
Ilustrasi Gerhana Bulan Parsial 

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Niat salat gerhana sendirian

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Saya niat salat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana sholat biasa

3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al-Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih). Hal tersebut sesuai dalam hadits yang diriwayatkan Siti Aisyah:

“Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika salat gerhana.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Ruku’ sambil memanjangkannya

5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) 

6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat al quran. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama

7. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya

8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved