Bom Meledak Tewaskan Dua Orang, Keuangan Pemerintah Afghanistan Terancam

Ledakan bom menghantam sebuah minibus di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Rabu (17/11/2021). Akibat ledakan itu, dua orang tewas dan lima terluka.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
AFP
RUSAK BERAT - Warga berkumpul di sebelah minibus yang rusak setelah ledakan bom, di mana dua orang tewas dan lima terluka di Kabul, Rabu (17 /11/2021). 

"Kerusakan ini pertama-tama akan mempengaruhi Afghanistan tetapi kemudian mereka akan menginfeksi wilayah regionalnya," Lyons memperingatkan.

Lyons berbicara segera setelah Taliban mengeluarkan pernyataan yang mendesak anggota parlemen AS untuk melepaskan aset negara yang dibekukan.

Tidak aman

Dalam sebuah surat terbuka, Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi, mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi Afghanistan adalah ketidakamanan keuangan, dan akar dari kekhawatiran ini mengarah kembali ke pembekuan aset rakyat kami oleh pemerintah Amerika.

Washington menyita hampir 9,5 miliar dollar AS (Rp135 triliun) aset milik bank sentral Afghanistan.

Ekonomi yang bergantung pada bantuan internasional juga telah runtuh secara efektif. Pegawai negeri tidak dibayar selama berbulan-bulan dan perbendaharaan tidak mampu membayar impor. Lyons juga menyesalkan bahwa Taliban tidak mampu membendung penyebaran ISIS di Afghanistan. (kpc)

Baca Tribun Jogja edisi Jumat 18 November 2021 halaman 02

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved