Breaking News:

Satgas Covid-19 Kulon Progo Tunggu Pedoman Resmi Kebijakan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pemerintah akan menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah pada masa libur natal

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah akan menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah pada masa libur natal dan tahun baru (Nataru) mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Namun hingga saat ini, satuan tugas (satgas) Covid-19 masih menunggu pedoman resmi terkait pelaksanaannya dari pemerintah pusat. 

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan bila sudah mendapatkan pedoman resminya, pihaknya siap menerapkannya di Kulon Progo untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca Nataru. 

Baca juga: Lahan Tidur Seluas 2,5 Hektare di Wedomartani Sleman Disulap Jadi Kebun Porang 

Sebab tren mobilitas masyarakat di Kulon Progo saat ini sudah mendekati sebelum lebaran yang terjadi sekitar Mei 2021 lalu. 

"Kemarin setelah lebaran trennya ada peningkatan sehingga kita dihimbau untuk mengantisipasi lonjakan kasus," ucapnya, Kamis (18/11/2021). 

Walaupun menurut epidemiologi, lanjut Fajar, kasusnya saat ini berbeda saat momen lebaran. Karena waktu itu, capaian vaksinasi belum terlalu banyak. 

Sementara saat Nataru mendatang, capaian vaksinasi masyarakat sudah melebihi target nasional. Per Rabu (17/11/2021) kemarin, vaksinasi dosis pertama di Kulon Progo sebesar 84,7 persen. Sehingga sudah tercipta herd immunity (kekebalan komunal). 

Kendati demikian, orang yang sudah divaksin tidak menjamin terbebas dari paparan Covid-19. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Diundur, Sri Sultan Hamengku Buwono X Akan Umumkan UMP DI Yogyakarta Besok

"Terbukti ketika kita melaksanakan surveilans, orang yang belum dan sudah divaksin masih banyak yang terpapar Covid-19. Sehingga harus ada strategi untuk mengantisipasinya," terang Fajar.

Ia melanjutkan, pihaknya akan melakukan pengetatan dengan operasi dan edukasi ke masyarakat melalui kapanewon hingga kalurahan. Termasuk di destinasi wisata untuk meningkatkan prokesnya. 

Dengan begitu, ia berharap tidak ada kenaikan kasus Covid-19 pada 2022 mendatang. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved