Breaking News:

Lahan Tidur Seluas 2,5 Hektare di Wedomartani Sleman Disulap Jadi Kebun Porang 

Lahan tidur seluas 2,5 hektare di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman disulap menjadi kebun porang. Lahan yang awalnya penuh

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Lazizmu DIY bekerjasama dengan PT. Golden Berkah Mandiri (GBM) dan PT. Agri Catra Internusa (ACSA) memanfaatkan lahan tidur seluas 2,5 hektare di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman menjadi kebun porang. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lahan tidur seluas 2,5 hektare di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman disulap menjadi kebun porang.

Lahan yang awalnya penuh semak belukar itu, digarap dan dimanfaatkan oleh Lazizmu DIY menjadi lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) budidaya tanaman semak berumbi dengan nama latin Amorphophallus muelleri Blume.

Di samping itu, di bagian tepian lahan juga bakal ditanami talas Suriname. 

"Nantinya para petani dari daerah Sleman atau Kabupaten/kota lain yang ingin belajar tentang budidaya Porang maupun talas Suriname bisa datang langsung ke sini. Akan ada pelatihan dan pendampingan. Sentralnya disini," kata PIC atau Penanggung Jawab Penanaman Budidaya Porang Lazizmu DIY, Eka Yuhendri, saat Launching Program Tani Bangkit di wilayah Wedomartani, Ngemplak Sleman, Rabu (18/11/2021). 

Baca juga: Potensial, Bupati Gunungkidul Sebut Atlet Voli Putri Layak Ikut Porda

Program Tani Bangkit dengan penanaman perdana budidaya Porang ini dikembangkan Lazizmu DIY bekerjasama PT. Golden Berkah Mandiri (GBM) dan PT. Agri Catra Internusa (ACSA). Lahan yang dikembangkan seluas 2,5 hektare dengan 150 ribu pohon porang yang ditanam.

Satu hektare lahan untuk 60 ribu pohon porang.

Budidaya ini diharapkan bisa panen dalam waktu enam bulan, dengan target capaian mampu mengahasilkan 60 ton per hektare.

"Garansi perusahaan satu umbi (bobotnya) 1,5 - 2 kilogram," katanya.

Program ini akan terus dikembangkan. Targetnya, hingga menginjak tahun ketiga budidaya Porang bisa seluas 300 hektare.

Dikatakan Eka, kerjasama Lazizmu DIY bersama perusahaan ini bukan hanya dalam bentuk penanaman Porang saja namun berlanjut hingga proses pengolahan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved