Program Budidaya Porang di Wedomartani Sleman Diharapkan Dapat Tingkatkan Ekonomi Masyarakat 

Projek percontohan atau demonstration plot (demplot) Porang yang mulai dikembangkan di Wedomartani, Ngemplak, Sleman diharapkan dapat

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Lazizmu DIY bekerjasama dengan PT. Golden Berkah Mandiri (GBM) dan PT. Agri Catra Internusa (ACSA) memanfaatkan lahan tidur seluas 2,5 hektare di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman menjadi kebun porang. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Projek percontohan atau demonstration plot (demplot) Porang yang mulai dikembangkan di Wedomartani, Ngemplak, Sleman diharapkan dapat menumbuhkan minat bagi para petani lokal untuk ikut budidaya tanaman jenis umbi itu.

Harapannya, selain dapat memanfaatkan kandungan gizi dalam Porang juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. 

Panewu Ngemplak, Sumariyah mengatakan, di wilayah Ngemplak selama ini budidaya porang sudah ada namun belum banyak dilakukan.

Baca juga: Sebanyak 4 Anggota Polres Magelang Terima Penghargaan Berprestasi

Kebanyakan yang tanam Porang adalah perorangan dan belum lama atau masih tahap uji coba.

Lewat launching tanam perdana budidaya porang, diharapkan petani di Ngemplak semakin banyak yang tertarik untuk membudidayakan porang. 

Ke depan, dengan prospek yang cukup menguntungkan, ibu-ibu PKK maupun KWT juga akan dilatih untuk menanam Porang di lahan pekarangan.

Kemudian, hasilnya bisa diolah menjadi bahan jadi maupun barang setengah jadi yang bisa dipasarkan. 

"Dengan begitu, harapannya bisa meningkatkan ekonomi di masyarakat," kata dia, saat Launching Program Tani Bangkit, Penanaman Perdana Budidaya Porang di area persawahan Wedomartani, Ngemplak Sleman, Kamis (18/11/2021). 

Program Tani Bangkit dengan penanaman budidaya Porang ini digagas oleh Lazizmu DIY bekerjasama PT. Golden Berkah Mandiri (GBM) dan PT. Agri Catra Internusa (ACSA).

Lahan yang dikembangkan seluas 2,5 hektare dengan 150 ribu pohon porang yang ditanam.

Satu hektare lahan untuk 60 ribu pohon porang.

Budidaya ini diharapkan bisa panen dalam waktu enam bulan, dengan target capaian satu umbi mampu mengahasilkan 1,5 - 2 kilogram atau 60 ton per hektare.

PIC atau Penanggung Jawab Penanaman Budidaya Porang Lazizmu DIY, Eka Yuhendri mengatakan, Program ini akan terus dikembangkan.

Targetnya, hingga menginjak tahun ketiga budidaya Porang nantinya bisa seluas 300 hektare.

Menurutnya, kerjasama Lazizmu DIY bersama perusahaan ini bukan hanya dalam bentuk penanaman Porang saja namun berlanjut hingga proses pengolahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved