Breaking News:

Pulihkan Pendarahan Otak, Pelawak Tukul Jalani Digital Subtraction Angiography (DSA), Apa Itu DSA?

Digital Subtraction Angiography atau DSA adalah pemeriksaan yang memberikan image lumen pembuluh darah, termasuk arteri, vena dan serambi jantung

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Kompas.com/Dian Reinis Kumampung
Pelawak Tukul Arwana 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelawak Tukul Arwana mengalami pendarahan otak pada 22 September 2021 lalu. Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Kondisinya kemudian berangsur pulih hingga diperbolehkan untuk menjalani perawatan di rumah pada 16 Oktober 2021.

Adapun kabar terkini Tukul Arwana dibagikan rekannya seprofesi, Vega Darwanti.

Menurut Vega, Tukul sudah berangsur membaik dan sudah bisa memberikan respon semisal tertawa.

"Infonya dari perawat yang ngebantu Mas Tukul, Mas Tukul kalau sudah nonton film Warkop terus nonton yang lucu-lucu, itu sudah ketawa, sudah ngeluarin suara," kata Vega saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021).

Sebagaimana dilansir kompas.com, Vega mengatakan bahwa kondisi Tukul Arwana mulai membaik setelah dirinya menjalani DSA atau Digital Subtraction Angiography.

Kebetulan suami Vega, Dema Sany Sanjaya, menjadi salah satu dokter yang menangani proses pemulihan Tukul Arwana.

"Iya jadi sebelum di-DSA (Digital Subtraction Angiography) itu Mas Tukul masih diam, masih bengong. Dan setelah di-DSA sudah (bisa) ngelihat," ujar Vega Darwanti.

Apa itu Digital Subtraction Angiography (DSA)?

Dikutip dari situs Mount Elizabeth, Digital Subtraction Angiography atau DSA adalah pemeriksaan yang memberikan image lumen (permukaan bagian dalam) pembuluh darah, termasuk arteri, vena dan serambi jantung.

Image ini diperoleh dengan menggunakan mesin Sinar-X terkomputerisasi yang kompleks.

Media kontras khusus, atau 'dye' (cairan bening dengan kepadatan tinggi) biasanya disuntikkan agar pasokan darah ke kaki, jantung atau organ tubuh lainnya dapat dilihat dengan mudah.

Teknik pemeriksaan ini pada umumnya digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit pembuluh darah.

Ini dilakukan untuk mendiagnosis penyakit vaskuler obstruktif yang disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan dalam lumen arteri dan vena.

Metode ini juga digunakan untuk mendiagnosis Aneurisme Otak (khususnya Aneurisme Intrakranial), pendarahan pada pembuluh darah, Arterio-Venous malformations (hubungan abnormal antara arteri dan vena), serta memeriksa vaskularitas tumor kanker.

Angiography juga memberikan panduan visual untuk prosedur intervensional yang dibutuhkan untuk menguraikan atau membuka kembali arteri yang tersumbat, seperti Prosedur Angioplasti, Arterial Stent, Nephrostomi dan Biliari. (*/kompas/berbagai sumber)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved