Inilah 4 Jenis Riba Beserta Tips untuk Menghindarinya
Riba adalah kelebihan/tambahan dalam pembayaran utang piutang/jual beli yang disyaratkan sebelumnya oleh salah satu pihak. Allah mengharamkan riba.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
TRIBUNJOGJA.COM – Riba adalah kelebihan/tambahan dalam pembayaran utang piutang/jual beli yang disyaratkan sebelumnya oleh salah satu pihak.
Allah SWT mengharamkan perkara riba ini.
Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT,
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah :275).
Nabi Muhammad SAW juga tidak membenarkan transaksi riba.
Dari Jabir ra., ia berkata: “Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam telah melaknat orang-orang yang memakan riba, orang yang menjadi wakilnya (orang yang memberi makan hasil riba), orang yang menuliskan, orang yang menyaksikannya, (dan selanjutnya), Nabi bersabda, mereka itu semua sama saja.” (HR. Muttafaq Alaih)
Riba terbagi menjadi beberapa jenis.
Berikut 4 jenis riba dalam fikih muamalah:
1. Riba Fadli
Riba Fadli adalah tukar menukar dua buah barang yang sama jenisnya, namun tidak sama ukurannya yang disyaratkan oleh orang yang menukarnya. Hal yang dilarang disini adalah kelebihan (perbedaan) dalam ukuran/takaran.
2. Riba Qardi
Riba Qardi adalah meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan atau tambahan dari orang yang dihutangi. Rasulullah SAW bersabda,
“Semua piutang yang menarik keuntungan termasuk riba.” (HR. Al- Baihaqi).
3. Riba Yad
Riba Yad adalah jual beli atau pertukaran yang disertai penundaan serah terima kedua barang yang ditukarkan atau penundaan terhadap penerimaan salah satu barang. Misalnya jual beli emas, perak, dan bahan pangan yang penyerahan barangnya ditunda sampai harga emas naik atau turun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/arti-mimpi-terikat-hutang-adanya-kesulitan-finansial-di-masa-yang-akan-datang.jpg)