Breaking News:

Gaspol 52

Yamaha XSR 155 Scrambler Tampil Beda Ala Elendra Garage 19

Yamaha XSR 155 merupakan model pertama retro modern dari pabrikan otomotif asal Jepang berlogo garpu tala yang pertama kali diperkenalkan 2019 lalu.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
istimewa
Yamaha XSR 155 Scrambler garapan bengkel kustom Elendra Garage 19 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yamaha XSR 155 merupakan model pertama retro modern dari pabrikan otomotif asal Jepang berlogo garpu tala yang pertama kali diperkenalkan 2019 lalu. Namun, 'tampang pabrikan' tersebut masih kurang bagi Erik, warga Amerika yang berdomisili di Yogyakarta, yang kemudian mempercayakan Yamaha XSR 155 miliknya dibikin tampil beda di tangan bengkel kustom Elendra Garage 19, yang ada di Ngaglik, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

Febriski Eldian Cahya Putra (23), custom builder Elendra Garage 19 menjelaskan, customer asal Amerika yang berdomisili di Sleman ini menghubunginya pertama kali melalui pesan singkat di Whatsapp. Melalui pesan singkat tersebut, si customer mengatakan bahwa dirinya ingin menyambangi langsung Riski ke bengkel, untuk ngobrol secara langsung.

"Kemudian disampaikan bahwa dia memiliki Yamaha XSR 155, tapi sudah ada beberapa part yang diubah. Bukan kustom, tapi sekadar penambahan asesoris. Jadi, bodi dan rangka masih tetap sama aslinya, ya kurang puaslah dengan tampilan motornya saat itu," ujar Riski saat ditemui di bengkelnya, beberapa waktu lalu.

"Ia mengatakan, ingin Yamaha XSR 155 miliknya diubah bentuknya, tak nanggung. Konsepnya, dia ingin motor yang tidak digunakan untuk berboncengan, simpel, dan tampilannya bersih," tambah pria yang baru saja lulus dari STIE YKPN ini.

Melalui proses diskusi, tercetuslah ide mengubah tampilan Yamaha XSR 155 dengan aliran scrambler. Hampir serupa dengan cafe racer, hanya saja scrambler memakai ban dual purpose yang bisa digunakan di tanah dan di aspal.

Stang yang lebar juga menjadi perbedaan dengan cafe racer, serta hilangnya hornet pada scrambler membuat motor ini jadi lebih gagah. Posisi riding yang nyaman juga membuat motor ini siap digunakan untuk jarak jauh.

Dijelaskan Riski, beberapa ubahan yang ia terapkan pada Yamaha XSR 155 ini, diantaranya repaint bagian tangki, memotong bagian rangka, serta jok tandem digusur jadi single seater. Bentuk bodi belakangnya minimalis tanpa spakbor belakang.

"Rangka utama kami tetap pertahankan bawaan motor, hanya subframe yang dibuat ulang agar lebih datar," jelas Riski.

Subframe diganti model kustom dari pipa besi yang datar dan sedikit naik di ujung belakangnya serta dipasangi jok kustom. "Kemudian untuk tangki kami tetap menggunakan bawaan Yamaha XSR 155 agar karakter motornya tidak hilang, hanya di repaint. Plus kami buatkan side cover dan mudguard berbahan pelat," jelasnya.

Tak ada perombakan pada area kaki-kakinya, sebab Riski menilai bawaan Yamaha XSR 155 memang sudah terlihat sangar sekaligus kekar. Ia hanya mengganti ban menjadi ukuran 130/80 untuk bagian depan, dan 140/70 untuk belakang.

"Motor XSR 155 ini mau gaya style apapun bisa masuk, karena konstruksi dan kaki-kakinya udah sangat menunjang," kata Riski.

Terakhir sebagai finishing, bodi-bodi barunya tadi diberi warna dasar silver doff, dikombinasikan dengan garis hitam dan oranye sesuai permintaan dari customer. "Lampu depan kami mempertahankan aslinya, hanya tampilannya dipercantik dengan tambahan visor handmade yang kami buat, serta grill lampu depan. Lampu bagian belakang kami buat ringkas tampilannya, digabungkan antara stoplamp dengan sein, berbentuk huruf 'U', disematkan di bagian rangka belakang," jelasnya.

Tampil Beda
Menjadikan desain atau konsep orang lain sebagai sumber inspirasi adalah sah, tetapi menurut Riski, inovasi akan menghadirkan perbedaan.

"Saat awal merintis sekira tahun 2017/18, kustom yang saya lakukan memang sebatas kustom 'paketan', yang terdiri dari bodi set lengkap plus tangkinya. Namun kemudian saya berpikir, kalau kustom seperti ini dipakai di jalanan pasti ada yang menyamai, lantaran secara tampilan otomatis akan sama," kata Riski.

"Kemudian saya berpikir, kenapa kok saya tidak berkreasi sendiri. Kalau saya sendiri sih sebisa mungkin membuat motor selalu berbeda, motor yang saya bikin untuk customer, harus punya identitas," tandasnya. (han)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved