Maksimalkan Produksi Sektor Pertanian, Pemkab Gunungkidul Perbanyak Damparit dan Pompa Irigasi
Pemkab Gunungkidul meresmikan damparit dan pompa irigasi di Pedukuhan Kalitekuk, Kalurahan Kalitekuk, Semin.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul meresmikan damparit dan pompa irigasi di Pedukuhan Kalitekuk, Kalurahan Kalitekuk, Semin.
Sarana pendukung pertanian tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air saat masa tanam sehingga meningkatkan produktifitas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Krisna Berlian menyebut peresmian damparit berlangsung di momen yang tepat. Sebab saat ini sudah memasuki musim penghujan.
"Diharapkan nantinya bisa meningkatkan ketersediaan air saat musim hujan ini," kata Krisna lewat keterangannya pada Minggu (14/11/2021).
Adapun damparit hingga pompa irigasi tersebut akan dimanfaatkan oleh Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur Kalitekuk. Perawatannya pun akan diserahkan pula ke Poktan.
Menurut Krisna, stok air di damparit tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk padi di musim tanam kedua. Tetapi juga untuk penanaman palawija dan sayuran hingga musim tanam ketiga atau saat masuk musim kemarau nantinya.
"Semoga nantinya bisa meningkatkan pendapatan petani setempat," ujarnya.
Selain di Kalitekuk, Pemkab Gunungkidul turut meresmikan pompa irigasi di 3 lokasi lainnya dalam wilayah Semin. Antara lain di Kalurahan Rejosari, Pundungsari, dan Kemejing.
Baca juga: Tiang Listrik Roboh Timpa Pengendara Motor di Jalan Wonosari-Yogya, Dua Orang Terluka
Baca juga: Sempat Terendam, Genangan Lahan Pertanian Gunungkidul Dila
Adapun bantuan tersebut merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan Kering (OPLA) dari pusat. Setiap Poktan mendapat anggaran sebesar Rp142.125.000,00 untuk proyek pembangunan irigasi.
"Tiap pembangunan setidaknya mencukupi untuk lahan seluas 25 hektar," ungkap Krisna.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta berpesan agar fasilitas pompa irigasi dari pusat tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Termasuk merawatnya agar bisa terus digunakan.
Ia juga berharap petani juga mulai menanam komoditas pangan selain padi. Antara lain seperti bawang merah, tembakau, hingga jenis empon-empon yang memiliki nilai lebih.
"Kami juga telah menjalin kerjasama dengan pihak yang bersedia memanfaatkan empon-empon asal Gunungkidul," kata Sunaryanta. (Tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/maksimalkan-produksi-sektor-pertanian-pemkab-gunungkidul-bangun-damparit-dan-pompa-irigasi.jpg)