Breaking News:

Tribun Musik

Fornication Lepas Single Sky Burial

Band death metal asal Yogyakarta, Fornication, belum lama ini, merilis single terbarunya berjudul 'Sky Burial'

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
istimewa
Band death metal asal Yogyakarta, Fornication 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Band death metal asal Yogyakarta, Fornication, belum lama ini, merilis single terbarunya berjudul 'Sky Burial', melalui kanal Youtube mereka secara Independent. Single 'Sky Burial' merupakan rilisan yang sangat berbeda dari sebelumnya dan sebagai penanda era baru band yang terbentuk pada 2015 silam.

Band ini digawangi Taufik Noor Nugroho (vokal), Fidika Arif Kurniawan (gitar 1), Bagus Prabowo Wijiono (gitar 2), serta Gilang Hardjuna Wibowo (drummer). 'Sky Burial' ini malah terdengar seperti band black metal dengan sisipan deathcore, bukan sebaliknya.

Tahun ini Fornication juga tengah fokus penggarapan debut album, komposisi arasemen musik akan berkaitan single Sky Burial, yaitu brutal, padat dan gelap. Sedangkan, lirik akan mengambil konsep sisi gelap dari sifat manusia.

Dijelaskan Taufik Noor, 'Sky Burial' ini menceritakan tentang praktik pemakaman mengerikan yang terdapat di pegunungan Himalaya. "Praktik pemakaman ini dilakukan dimana mayat manusia ditempatkan di dataran luas, agar terurai sendiri terkena unsur-unsur atau dimakan oleh hewan 'pemulung', terutama oleh burung bangkai," terang Taufik Noor.

Praktik pemakaman ini, lanjut Taufik, dilakukan kepercayaan Buddhis Vajrayana yang bertujuan pengajaran instruksional tentang ketidakkekalan kehidupan. Proses kreatif Sky Burial sudah dimulai sejak Mei 2021 lalu.

Proses kreatif materi dilakukan dalam kurun waktu 2 bulan, karena untuk mendapat musik yang detail dan gelap. Sedang, proses mixing dan mastering pun memakan waktu lama, karena menggabungkan sound modern dengan nuansa darkness.

Untuk mendapatkan hasil yang menyatu utuh dan tak terkesan mentah, proses rekaman dibantu Harlend Apriyanto dari Caliban Records. "Beliau (Harlend Apriyanto) merupakan salah satu musisi jebolan Jogja Audio School yang mengerti cara mengolah musik menjadi siap disajikan ke khalayak ramai," sambung Fidika.

Arasemen musik single ini sangat terpengaruhi band pioneer black metal, semisal Dark Funeral dan Behemoth. Musik mereka yang padat dan ngebut lalu diselipkan riff deathcore yang membuat intensitas lagu ini sangat menantang. Sebuah hal yang berbeda dan fresh di ranah musik deathcore Indonesia. (han)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved