Pelajar Gunungkidul Berkreasi dengan Shibori dan Spring Botanical Ecoprint Sebagai Bahan Pakaian
Selasa (09/11/2021) lalu, pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan, Yayasan Pendidikan dan Keterampilan (SMK YPKK) Kapanewon Tepus, Gunungkidul,
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Selasa (09/11/2021) lalu, pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan, Yayasan Pendidikan dan Keterampilan (SMK YPKK) Kapanewon Tepus, Gunungkidul, mendapat pengalaman berharga. Pasalnya, mereka berkesempatan berkreasi membuat motif pada kain.
Adapun teknik yang mereka gunakan untuk membuat motif tersebut bernama Shibori dan Spring Botanical Ecoprint. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Indonesia Fashion Art (IFA) Yogyakarta.
Kepala SMK YPKK Tepus, Sukiter mengatakan para pelajar dari Jurusan Tata Busana berkesempatan mengikuti Workshop Pengolahan Kain bersama IFA Yogyakarta.
Baca juga: Kejurkot Basket Yogyakarta Berakhir, Klub Spartan Mendominasi
"Ini sebagai bentuk edukasi dan mengenalkan teknik pengolahan kain pada anak-anak kami," ujarnya memberikan keterangan pada Rabu (10/11/2021).
Adapun Shibori merupakan teknik pengolahan kain berbahan katun dengan mengandalkan ikatan dan celupan warna. Kombinasi warna pada ikatan kain pun menghasilkan motif yang artistik dan menarik.
Sementara Spring Botanical Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain mengandalkan bahan-bahan alami. Sebut saja seperti lembaran daun jati, daun ketapang dan sebagainya.
"Memanfaatkan larutan sederhana seperti air, tawas, soda kue, hingga cuka, motif daun tersebut bisa tercetak di kain," jelas Sukiter.
Para pelajar yang ikut dalam workshop itu pun begitu antusias mempraktikkan teknik pengolahan kain tersebut. Alhasil, waktu selama 6 jam yang diberikan pun berlalu dengan cepat.
Sukiter mengatakan workshop tersebut sangat bermanfaat bagi pihaknya dan pelajar. Menurutnya, pelajaran ini akan sangat penting bagi pelajar saat memasuki dunia usaha, industri, dan kerja.
"Sangat relevan dengan program sekolah kami dalam upaya meningkatkan kompetensi pelajar," katanya.
SMK YPKK Tepus dan IFA Yogyakarta turut meneken kesepakatan kerjasama untuk meningkatkan kompetensi pelajar ke depannya. Ketua IFA Yogyakarta, Yulvita Paramita Dewi hadir langsung dalam pendatanganan kerjasama itu.
Baca juga: Yudha Alkanza, Gelandang PSIM Pemecah Kebuntuan pada Pertandingan Melawan HW FC
Yulvita pun turut menyambut baik respon yang diberikan SMK YPKK atas dukungan yang mereka berikan. Menurutnya, program ini jadi bentuk kepeduliannya pada dunia pendidikan.
"Kami tentunya sangat mendukung peningkatan kompetensi siswa kejuruan," ujarnya.
Intan Selfia, dari Kelas XI Tata Busana SMK YPKK jadi salah satu pelajar yang ikut serta dalam workshop tersebut. Seluruh kegiatan hingga praktik diikutinya dengan antusias.
Ia mengatakan teknik yang dipelajarinya ini menjadi hal yang sangat bermanfaat. Tak hanya itu, ia juga merasa prosesnya sangat menarik dan menyenangkan untuk dilakukan.
"Saya harap ada kegiatan serupa lainnya dalam hal teknik pengolahan kain ini," ujar Intan. (alx)