Breaking News:

Headline

Penyebab Harga Eceran Pertalite di Sorong Papua Barat Tembus Rp50.000 Seliter

Harga eceran BBM jenis Pertalite di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat dikabarkan sudah menembus Rp50.000 per liter.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
via setkab.go.id
Ilustrasi BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Pertamax 

Mangun mengatakan, kelangkaan BBM di Sorong Jumat (5/11/2021) lalu, karena pergerakan kapal tanker pengangkut BBM Pertamina terkendala cuaca buruk. Akibatnya, distribusi BBM untuk wilayah Papua, Papua Barat, dan Maluku mengalami keterlambatan.

"Kami meminta maaf atas terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak di wilayah Sorong. Tim terminal pengisian BBM telah melakukan pengendalian stok," jelasnya.

Isu

Edi mengaku, petugas di terminal pengisian BBM Jayapura, Wayame dan Sorong serta depot-depot lain telah berkoordinasi pada Jumat sore, agar situasi kelangkaan yang terjadi bisa normal kembali.

Pihaknya pun meminta masyarakat Kota Sorong dan sekitarnya agar jangan mempercayai informasi atau isu terkait kelangkaan BBM yang meluas melalui media sosial.

Pasalnya, informasi tersebut membuat panik masyarakat dan berdampak terhadap munculnya kekhawatiran massal yang berujung pada antrean panjang di SPBU di Sorong dan sekitarnya.

Ia mengatakan bahwa kekhawatiran masyarakat pelanggan Pertamina ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan menjual BBM jenis Pertalite dengan harga yang jauh di atas harga kewajaran yang ada di SPBU.

Dia mengatakan, hal ini terbukti dengan penangkapan yang dilakukan oleh Pihak Polresta Sorong terhadap oknum yang membeli BBM di SPBU dan kemudian menjual BBM dengan harga yang sangat tinggi.

Edi menegaskan, bahwa stok BBM di Fuel Terminal Sorong masih tersedia, bahkan dipastikan dapat bertahan 4-5 hari kedepan. Selain itu, sesuai jadwal direncanakan pada 8 November 2021 kapal pengangkut BBM bongkar muatan.

Pada 9 November 2021, kapal tanker pengangkut BBM dari Fuel Terminal Integrated Wayame juga melakukan bongkar muatan di Sorong.

Lebih lanjut kata Edi Mangun, untuk mengatasi antrean yang terjadi di SPBU, pihak Pertamina juga telah mendistribusikan BBM ke SPBU secara bertahap.

Dia menyebut Fuel Terminal Sorong telah mendistribusikan BBM ke daerah Sorong Selatan sebanyak 25 Kiloliter (KL) dan Kabupaten Sorong sebanyak 40 KL. (Tribun-Papua.com)

Baca Tribun Jogja edisi Selasa 9 November 2021 halaman 03.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved