Aktivitas Gunung Merapi Senin 8 November 2021: 7 Kali Guguran Lava Pijar ke Barat Daya Sejauh 2 KM

Gunung Merapi teramati mengeluarkan 7 kali guguran lava pijar dengan jarak maksimal 2 Km ke barat daya, Senin (8/11/2021).

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
AGUNG SUPRIYANTO/AFP
PIJAR - Guguran lava pijar dari puncak Merapi terpantau dari Tunggularum, Turi, Sleman, Kamis (9/9/2021). Merapi masih berada di level III atau Siaga. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Gunung Merapi teramati mengeluarkan 7 kali guguran lava pijar dengan jarak maksimal 2 Km ke barat daya, Senin (8/11/2021).

Guguran tersebut terlihat dalam pengamatan selama enam jam, mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan secara meteorologi cuaca terpantau cerah, berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 15-22 °C, kelembaban udara 81-92 %, dan tekanan udara 567-717 mmHg.

“Secara visual, gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 200-300 m di atas puncak kawah.

Gempa guguran terjadi sebanyak 41 kali dengan amplitudo 3-29 mm berdurasi 43,7-215 detik.

Hembusan terjadi sebanyak 13 kali dengan amplitudo 3-5 mm berdurasi 11,8-20 detik.

Hybrid/fase banyak terjadi dua kali dengan amplitudo 3 mm, S-P 0,8 detik berdurasi 7,9-10,1 detik.

“Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga,” katanya.

BPPTKG merekomendasikan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.

Cakupan potensi sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved