Breaking News:

Berita Pendidikan Hari Ini

Pusat Studi Kebudayaan UGM Kenalkan Sibaya, Permainan Edukasi Anak Belajar Budaya Jawa

UGM mengeluarkan produk permainan papan edukasi berbahasa Jawa berbasis Budaya Jawa yaitu Sibaya yang merupakan kependekan dari Sinau Basa lan Budaya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Pusat Studi Kebudayaan UGM Kenalkan Sibaya, Permainan Edukasi Anak Belajar Budaya Jawa
istimewa
usat Studi Kebudayaan (PSK) Universitas Gadjah Mada mengeluarkan produk permainan papan edukasi berbahasa Jawa berbasis Budaya Jawa yaitu Sibaya

TRIBUNJOGJA.COM - Pusat Studi Kebudayaan (PSK) Universitas Gadjah Mada mengeluarkan produk permainan papan edukasi berbahasa Jawa berbasis Budaya Jawa yaitu Sibaya yang merupakan kependekan dari Sinau Basa lan Budaya. 

Produk ini pun telah terdaftar dalam pencatatan perlindungan ciptaan. 

Plt. Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., mengatakan pembuatan permainan papan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter dan budi pekerti pada anak melalui pembelajaran kebudayaan. 

Pasalnya, banyak anak-anak yang sudah mengabaikan pembelajaran kebudayaan khususnya Jawa, serta banyak anak mulai tidak memedulikan sopan santun dan meninggalkan budayanya sendiri.

Baca juga: UGM Ciptakan Permainan Papan Edukasi Berbahasa Jawa yang Bernama Sibaya

Alat peraga edukasi berupa papan permainan ini mengadopsi konsep permainan papan ular tangga.

Permainan ini disusun sebagai keperluan pembelajaran bahasa dan budaya bagi anak-anak usia Sekolah Dasar. 

Permainan “Sibaya” sendiri memuat soal-soal dan pertanyaan sebagai sarana anak-anak belajar bahasa dan kebudayaan Jawa dengan mudah dan menyenangkan. 

“Istimewanya, permainan ular tangga Sibaya ini menggunakan bahasa Jawa serta ada kurang lebih seratus kartu pertanyaan yang berisi penguasaan bahasa, tingkat tutur, kesusastraan, kesenian, serta adat sopan santun,” kata Sri Ratna Saktimulya, Senin (1/11/2021).

Selain itu, Sibaya juga dilengkapi dengan buku panduan bermain dalam tiga bahasa yaitu Jawa, Indonesia, dan Inggris.

Dengan demikian, orang tua atau tenaga pendidik tidak perlu bingung dan dapat memandu anak-anak dalam bermain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved