Breaking News:

Gaspol 52

Holden Premier HJ 1974, Mobil Ikonik Kini Bertransmisi Matic

Satu di antara alasan melakukan restorasi pada sebuah mobil, yakni lantaran ingin mengembalikan kejayaannya di masa lalu.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
UNIK - Tribun Jogja Gaspol52 berkesempatan berbincang langsung dengan Fany Fatony (kiri). 

SATU di antara alasan melakukan restorasi pada sebuah mobil, yakni lantaran ingin mengembalikan kejayaannya di masa lalu. Terlebih, jika mobil tersebut memiliki nilai sejarah.

Demikian pula yang dilakukan Fany Fatony pada Holden Premier HJ keluaran 1974 miliknya. Fany membuktikan bahwa sejarah tak bisa dibeli hanya dengan uang. Kecintaannya terhadap mobil klasik Holden miliknya bukan basa-basi, sebab ia pun harus telaten merawatnya mobil kesayangannya.

"Mobil kesayangan banget lah,pertama lihat saya merasa ini sangar, bentuknya menurut saya nggak ngebosenin, dan suaranya yang bikin jatuh hati," kata Fany Fatony kepada Tribun Jogja Gaspol52.

"Ciri khas Holden Premier HJ itu terletak di grill depan, berbeda dengan HQ. Bumpernya dan posisi sign pun berbeda. Kalau HQ, sign-nya menempel di bumper, sedangkan kalau HJ tidak, letaknya terpisah ada di samping lampu utama," lanjutnya.

Tak dipungkiri, Holden menjadi satu di antara mobil klasik yang ikonik dengan model tak lekang zaman. Dulu, mobil-mobil Holden mafhum lalu-lalang sekira tahun 1970-an, sebelum akhirnya tergerus kehadiran mobil asal Jepang dengan mesin yang lebih kecil dan tentu saja irit bahan bakar.

Namun, para penggemarnya enggan begitu saja melihat berbagai varian Holden hanya mangkrak di garasi. Restorasi sektor mesin, bodi, hingga transmisi terus dilakukan. Satu di antaranya adalah mobil yang Tribun Jogja Gaspol52 ulas kali ini.

Fany menceritakan Holden Premier HJ 1974 berkelir oranye miliknya sebelumnya merupakan koleksi dari sang kakak yang berdomisili di Jakarta. "Bicara sejarahnya, mobil ini sebenarnya milik kakak saya. Dibeli tahun 2002, kemudian dirawat di Jakarta. Kebetulan, saya sendiri berdomisili di Jogja. Nah sewaktu mudik ke Jogja, beliau bawa mobil ini, dan sejak itu saya merasa kok mobil ini bagus," kata Fany.

"Dari situ, saya mulai suka. Kebetulan 2008 saya bekerja dan kemudian pindah ke Jakarta. Ternyata, di sana Holden ini tidak dipakai oleh kakak saya. Akhirnya saya rawatlah 'Si Singa Tua' ini," lanjutnya.

Sekira tahun 2010, Holden Premier HJ ini sempat direstorasi di Jakarta, diubah dari warna aslinya dari hijau menjadi oranye. Dua tahun berselang, Fany kemudian memutuskan membawa Holden Premier HJ ini ke Yogyakarta.

Tak melulu soal tampilan, Fany juga melakukan konversi transmisi manual ke otomatis pada Holden Premier HJ miliknya, menggunakan gearbox Holden Statesman. "Aslinya manual, saya ubah menjadi matic. Ya karena keadaan jalanan sekarang yang serba macet dan memutuskan saya ubah menjadi matic, ya baru sekira 2 bulanan ini lah. Ini pun belum sempurna, masih harus dibenahi sedikit-sedikitlah," jelas Fany.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved