Breaking News:

ORI DIY Temui Kalapas Kelas II A Yogyakarta, Minta Akses Investigasi Kasus Dugaan Kekerasan

Ketua Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Budhi Masturi sudah bertemu dengan Kepala Lapas (Kalapas)

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kepala Ombudsman perwakilan DIY Budhi Masturi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Budhi Masturi sudah bertemu dengan Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta Cahyo Dewant.

Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti aduan sejumlah mantan Warga Binaan Pemasyarakatan (WPB) yang diduga mendapat perlakuan tak manusiawi saat menjalani hukuman penjara.

Pertemuan itu dilaksanakan Rabu (3/11/2021) kemarin, dengan agenda permintaan akses ORI DIY kepada pihak lapas untuk pengumpulan data penyelidikan awal, atas laporan dari sejumlah WBP beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Gelandang INTER MILAN Tak Menolak Jika Ada Tawaran dari Klub Premier League

"Sudah, kami sudah ke lapas kemarin dan bertemu pak Kalapas langsung. Ini intinya entry meeting. Membuka akses pemeriksaan lebih lanjut, lebih mendalam terhadap warga binaan maupun pihak lapas," kata Budhi Masturi, Kamis (4/11/2021).

Dia menjelaskan, pihak Lapas Narkotika Kelas II A dinilai terbuka dan koorperatif ketika tim ORI perwakilan DIY mulai melakukan pendalaman dugaan kasus penganiayaan itu.

"Pak Kalapas sangat terbuka, sangat koorperatif bekerjasama dengan kami untuk beri akses kami mengumpukan data awal," jelasnya.

Budhi mengingatkan supaya Kanwil Kemenkumham DIY lebih tenang lagi dalam merespon adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Menurutnya tindakan reaktif dari pihak Kemenkumham dikhawatirkan justru timbul permasalahan baru.

"Karena situasi ini yang diperlukan bagaimana kita fokus ke inti persoalannya. Jangan tindakan reaktif, itu justru menambah persoalan baru bagi Kanwil Kemenkumham. Kami tadi menyarankan seperti itu, kasus ini harus pengamatan secara cermat," ungkapnya.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ektrem BMKG Jumat 5 November 2021, Waspadai Potensi Hujan Lebat dan Angin

Terkait keakuratan data berupa bukti-bukti rekaman video dan foto-foto yang disampaikan oleh pelapor, Budhi mengaku belum bisa mengomentari hal itu.

"Kami belum sampai mengomentari hal itu. Kasus ini cukup berat, atensinya berat, dan kompleksitasnya luar biasa. Secepatnya, intinya kami akan merespon. Satu persatu laporan akan maraton pemeriksaan. Karena ada laporan yang sama juga di lapas perempuan Gunungkidul," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved