Breaking News:

Polres Klaten Ungkap Motif Meninggalnya Ibu yang Meninggal Setelah Minum Air dari Kulkasnya

Jajaran Polres Klaten mengungkap motif meninggalnya seorang ibu rumah tangga berinisial HDS di Dukuh Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring,

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Tersangka S (baju tahanan) saat dihadirkan pada konferensi pers di Mapolres Klaten, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Polres Klaten mengungkap motif meninggalnya seorang ibu rumah tangga berinisial HDS di Dukuh Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

HDS yang meninggal dunia setelah menenggak minuman dari dalam kulkas rumahnya itu menghembuskan nafas karena meminum minuman yang sudah dicampur racun tikus oleh pelaku berinisial S (48).

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo menyebut jika modus dari pelaku dalam menghilangkan nyawa korbannya dengan mencampur racun ke dalam minuman.

Baca juga: Selain Tusuk Sate, Inilah Lokasi-lokasi Rumah yang Harus Dihindari Menurut Feng Shui

"Modusnya tersangka menghilangkan nyawa korban dengan menebarkan racun," jelas Kapolres saat konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu (3/11/2021).

Kemudian Eko menjelaskan, jika pelaku mendapatkan racun setelah membelinya di sebuah toko. Setelah membeli racun, pelaku ke rumahnya dan menumbuk racun itu sendiri dan dimasukkan ke botol.

Sementara, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Klaten, AKP Guruh Bagus Edy Suryana menambahkan jika motif dari perbuatan tersangka karena memiliki dendam.

"Motifnya, tersangka memiliki dendam kepada suami korban. Sasaran utamanya suami korban karena sudah ada historis percekcokan dari kedua pihak ini," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam melancarkan niatnya tersangka S membeli racun tikus di sebuah toko pada Jumat (29/10/2021).

Kemudian pada Minggu (31/10/2021) saat korban sekeluarga berpergian ke luar daerah, secara diam-diam tersangka S memasuki rumah korban dan mencampur tiga botol minuman yang ada di dalam kulkas.

Tak hanya di kulkas, tersangka S juga mencampur susu bubuk untuk anak korban dengan racun tersebut.

"Jadi pada Kamis kemarin, tersangka dan keluarga korban cekcok kembali, lalu muncul niatnya untuk meracuni suami korban dengan racun tikus itu. Kemudian saat keluarga korban pergi ia masuk ke rumah korban dan mencampuri minuman di dalam kulkas serta susu bubuk," jelasnya.

Baca juga: 9 Rekomendasi Film yang Tayang di Bioskop CGV dan XXI Yogyakarta, Ada Escape Room

Saat diperiksa polisi, tersangka juga mengaku jika dalam melancarkan aksinya ia hanya seorang diri, namun Polres Klaten masih menyelidiki lebih lanjut.

Saat korban HDS meninggal dunia pada Senin (1/11/2021) setelah meminum minuman bercampur racun tikus itu, tersangka S juga sempat melayat ke rumah korban dan mengantarkan hingga ke pemakaman.

"Mungkin yang bersangkutan mengira kita khususnya pihak kepolisian tidak bisa mengungkap perkara tersebut (dengan datang melayat). Dia datang melayat hingga ke pemakaman setelah itu meninggalkan tempat," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka S dijerat dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman selama 20 tahun. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved