Kuliner

Mencicipi Olahan Unik Pepes 'Bluluk' dari Magelang

Warga Magelang kreasikan pepes ikan menggunakan 'bluluk' atau pangkal buah kelapa yang masih muda sebagai penambah cita rasa.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Suparmi sedang memarut bluluk yang akan diolah menjadi pepes, pada (31/10/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kreasi makanan pepes ikan olahan tangan perempuan asal Magelang, Suparmi (44) atau Buk Ning, warga Bumen, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terbilang unik.

Dirinya membuat pepes ikan menggunakan 'bluluk' atau pangkal buah kelapa yang masih muda sebagai penambah cita rasa.

Pasalnya, masih banyak masyarakat yang asing menggunakan bluluk sebagai bahan tambahan pada olahan makanan.

Suparmi mengatakan, olahan pepes bluluk merupakan resep turun temurun dari keluarganya.

"Membuat bluluk sudah dari kecil, resep dari orangtua. Awalnya, dibuat karena dulu banyak bluluk yang terbuang sia-sia ketika pohon kelapa ditebang. Dari situ lah, kepikiran untuk membuat pepes dari bluluk, ternyata rasanya tidak kalah nikmat dengan pepes biasanya," ujarnya kepada Tribunjogja.com, beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Kuliner Nostalgia, Manisnya Gulali Jadul di Pasar Beringharjo

Membuat pepes bluluk pun tidak jauh berbeda dengan resep pepes pada umumnya.

Adapun, bumbu yang digunakan mulai dari bluluk, cabai merah, bawang putih, bawang merah hingga kunyit.

Sedangkan, untuk sayurannya memakai kacang panjang, daun kelor, dan daun kemangi.

Mulanya, bumbu-bumbu dihaluskan terlebih dahulu.

Kemudian, bluluk diparut sampai halus hingga berbentuk seperti parutan kelapa.

Setelah itu, ikan yang sudah dibersihkan dibalur dengan bumbu yang sudah dihaluskan serta sayurannya dibuat menutupi ikan.

Lalu, bluluk ditaburkan pada bagian ikan dengan merata.

Terakhir, ikan yang sudah ditutupi berbagai bumbu itu, dibungkus menggunakan daun pisang untuk dikukus menggunakan luweng alat pengukus tradisonal.

"Dikukusnya sekitar 10 menitan, sampai ikannya  matang merata. Dan, mulai mengeluarkan bau harum yang khas," ujarnya.

Baca juga: 2 Rekomendasi Kuliner Papeda di Jogja, Cocok Bagi Orang Indonesia Timur yang Kangen Daerahnya

Selesai dikukus, lanjutnya, ikan pepes harus dikeringkan dengan cara dibakar dengan menggunakan alat khusus yakni sangan.

Sangan sendiri merupakan alat bakar yang tidak membutuhkan arang. 

Bentuknya bundar dan  pipih diletakkan di atas tungku.

Kemudian, ikan-ikan dijejerkan di atasnya untuk dibakar.

"Jadi, mbakarnya tidak memakai arang cuma pakai sangan saja. Ini, untuk mengurangi  kadar air pada pepes sehingga lebih harum dan tahan lama," terangnya.

Rasa dari pepes bluluk pun cukup unik, tidak seperti pepes biasa yang cenderung memiliki rasa gurih.

Pepes bluluk memiliki perpaduan pedas, manis, asam, dan sedikit kelat dari rasa yang dihasilkan bluluknya.

Namun, cita rasa yang unik inilah yang membuat penikmat pepes bluluknya sudah sampai ke luar Magelang mulai dari Surabaya hingga Lampung.

"Banyak yang suka dengan rasanya, katanya unik, lain dari pepes biasanya.  Saya pun  mencoba jual pepes bluluk sejak 2019 lalu,  ternyata peminatnya cukup banyak. Akhirnya, lanjut hingga sekarang ," ujarnya.

Baca juga: 10 Kuliner Malioboro Pagi hingga Malam Hari, Wajib Dicoba Sebelum Keliling Jogja

Adapun untuk membeli pepes bluluk, lanjutnya, pembeli harus memesan terlebih dahulu atau datang langsung ke rumahnya di Dusun tersebut.

Agar pepes bluluk yang disajikan dalam keadaan yang masih segar.

"Bisa langsung datang ke sini untuk memakannya atau pesan terlebih dahulu. Kalau mau dikirim ke luar kota juga bisa, tetapi tidak memakai tambahan sayur agar lebih awet," ujarnya.

Untuk harga satuan pepes bluluk dibanderol mulai harga Rp15 ribu disesuaikan dengan jenis  dan beratnya ikan.

Adapun, jenis ikannya mulai dari pindang, gurame, hingga nila.

"Kalau harganya tergantung ikannya paling murah Rp15 ribu seperti ikan pindang. Jadi, tergantung jenis  dan beratnya dari ikan yang dipakai," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved