Pulihkan Ekonomi, Pemkab Gunungkidul Dapat Dukungan 8 Investor

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul terus mencari cara agar kondisi ekonomi bisa segera pulih dari pandemi COVID-19.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul Sunaryanta ditemui beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul terus mencari cara agar kondisi ekonomi bisa segera pulih dari pandemi COVID-19.

Salah satunya lewat investasi usaha, sesuai visi-misi Bupati Sunaryanta.

Sunaryanta mengungkapkan setidaknya ada 8 investor yang berminat menanamkan usahanya di Gunungkidul. Ia mengaku sudah bertemu dengan mereka.

"Mereka sudah menyatakan kesiapannya untuk membangun usaha di Gunungkidul," katanya pada wartawan, Selasa (02/11/2021).

Baca juga: Berlaku 3x24 Jam, Stasiun Tugu Yogyakarta Sediakan Rapid Tes Antigen Harga Rp 45 Ribu

Sunaryanta sendiri belum bersedia merinci lebih lanjut di mana saja lokasi pembangunannya. Namun ia mengatakan seluruhnya bergerak di sektor perhotelan dan resort, dengan klasifikasi bintang 3 sampai 5.

Keseriusan para investor tersebut untuk menanamkan usahanya di Gunungkidul sudah terlihat. Ia mengatakan saat ini proses tengah berjalan agar pembangunan bisa terealisasi mulai pertengahan 2022 mendatang.

"Saat ini masih dalam proses mengurus izin," ungkap Sunaryanta.

Berkaitan dengan pemulihan ekonomi dari dampak pandemi, ia menyatakan masih tetap berpegang pada prinsip awal. Yaitu investasi, ekonomi kerakyatan, dan penguatan sektor pariwisata.

Sunaryanta mengatakan keterbukaan saat ini menjadi penting agar investor bersedia menanamkan modalnya. Kondisi tersebut dinilai akan berdampak pada pembangunan di Kabupaten Gunungkidul.

"3 komponen itu tetap menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi," katanya.

Baca juga: Disdikpora Kulon Progo Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Berusia 6-11 Tahun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Gunungkidul, Irawan Jatmiko tak menampik jika ada investor yang berminat mengembangkan sektor wisata. Bentuknya berupa hotel hingga tempat rekreasi.

Ia mengaku belum mengetahui berapa nilai investasi yang ditanam. Meski demikian, ia memastikan bahwa proses perizinan tengah diurus oleh para investor tersebut.

"Investor dari hotel berbintang sendiri sudah melakukan kajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)," kata Irawan. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved