IDI Minta Para Tenaga Medis Siapkan Diri Hadapi Kemungkinan Gelombang Ketiga Covid-19

Kasus Covid-19 di dalam negeri memang cenderung menurun namun ia menegaskan tidak menutup kemungkinan kasus kembali naik

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Suasana vaksinasi massal Covid-19, di Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terpilih, Adib Khumaidi meminta para tenaga medis atau tenaga kesehatan (Nakes) mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 di akhir tahun 2021.

Kasus Covid-19 di dalam negeri memang cenderung menurun namun ia menegaskan tidak menutup kemungkinan kasus kembali naik karena adanya penurunan level PPKM.

“Kalau saya sebut ini adalah fase relaksasi,” kata Adib pada dialog produktif FMB9, ‘Prokes Dilanggar Semua Rugi’, Selasa (2/11/2021).

Adib mengatakan situasi pandemi di Indonesia memang terkesan melandai akan tetapi situasi pandemi juga berhubungan dengan situasi yang ada di luar Indonesia.

Karena di luar negeri masih ada kenaikan kasus seperti di Singapura, China, maupun Eropa.

Ketua PB IDI itu mengatakan gelombang covid-19 di bulan Juli adalah kondisi yang menakutkan.

Bahkan kematian dokter saat itu mencapai 216 orang selama satu bulan di bulan Juli.

Hal ini yang menjadi konsen pihaknya agar masyarakat maupun pemerintah tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan karena akan sangat merugikan.

Ia juga meminta Nakes memulihkan tenaga di masa relaksasi untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus meskipun ia berharap hal ini tidak sampai terjadi.

Ketua PB IDI juga meminta Nakes untuk menjaga ketahanan mental.

“Menjadi sangat penting untuk kita kedepan. Kami selalu sampaikan kepada teman-teman tenaga medis dan tenaga kesehatan, kalau saat ini fase relaksasi buat teman-teman. Pulihkan tenaga, bersiap kalau ada kenaikan kasus. Walaupun kami juga berharap itu tidak terjadi. Tapi kita harus bersiap. Yang paling penting adalah menjaga ketahanan mental dari teman-teman tenaga medis dan tenaga Kesehatan,” ujarnya. 

 Jadi Endemi

Adib menilai jika landainya kasus Covid-19 di Indonesia berlangsung terus maka status pandemi dapat berubah menjadi endemi.

Adib berharap protokol kesehatan terus diterapkan serta cakupan vaksinasi dipercepat dan diperluas.

Hal itu disampaikan Adib dalam dialaog FMB9 yang digelar virtual, Selasa (2/11/2021).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved