Breaking News:

Warung Apung Rawa Jombor Klaten Mulai Dibongkar, Pengelola Berharap Hal Ini Tidak Terjadi

Sejumlah pemilik warung apung di Rawa Jombor yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai membongkar

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Seorang warga saat melihat pembongkaran warung apung di Rawa Jombor Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (1/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah pemilik warung apung di Rawa Jombor yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai membongkar material bangunan warungnya.

Para pemilik warung apung membongkar warungnya secara sukarela lantaran mendukung program revitalisasi Rawa Jombor tersebut.

Meski demikian, para pelaku usaha kuliner warung apung itu mewanti-wanti agar proyek revitalisasi berjalan lancar sesuai rencana dan tidak sampai mangkrak.

Baca juga: Ramai Serukan Desakan Pembubaran Menwa, Mendagri Tito Karnavian Angkat Bicara

"Kita rela (membongkar ini) karena sudah mengambil manfaat dari lahan milik pemerintah ini. Harapan kami proyek (revitalisasi) ini berjalan lancar dan tidak macet," ujar pemilik warung apung Pondok Roso 2, Aris Yanto saat TribunJogja.com temui di warung apung miliknya, Senin (1/11/2021).

Ia pun mengatakan jika pihaknya nantinya juga siap jika ditempatkan di plaza kuliner yang sudah disiapkan oleh Pemerintah.

Meski, nantinya plaza kuliner yang disiapkan berukuran lebih kecil dari warung apung miliknya saat ini.

"Saya siap (menempati plaza kuliner) dan saya voting itu di beberapa tempat itu, baru 50 persen pedagang warung apung yang siap atau mau, yang lain mungkin kaget aja kalau di sini kan ukurannya besar, kalau di sana kan lebih kecil," urainya.

Ia menyebut, jika proyek revitalisasi Rawa Jombor berjalan lancar dan kemudian semua kegiatan objek wisata kawasan itu bisa berjalan tentunya pendapatan dari para pengusaha kuliner juga ikut terbantu.

"Kalau destinasi wisata itu berjalan otomatis kuota pengunjung akan bertambah meski tempat (plaza kuliner) itu kecil kan omzet bisa naik karena kunjungan bertambah," ucapnya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19 Saat Nataru, Dishub Kulon Progo Perketat Pengawasan

Kalau fakta sekarang, lanjut Aris pengunjung warung apung malah semakin menyusut, hal itu tidak bisa dilepaskan karena faktor pandemi Covid-19 hingga kurangnya kreativitas pengelola.

Aris mengatakan, untuk saat ini sudah terdapat 5 warung apung yang dibongkar oleh pemiliknya secara mandiri.

"Kalau warung apung yang sudah bersedia membongkar warungnya ada 5 warung. Total warung apung ada 21, tapi yang aktif cuma 19," jelasnya.

Menurutnya, pembongkaran warung apung itu dilakukan dengan biaya pribadi. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved