Breaking News:

Ramai Serukan Desakan Pembubaran Menwa, Mendagri Tito Karnavian Angkat Bicara

Desakan kepada otoritas kampus untuk membubarkan Resimen Mahasiswa (Menwa) bermunculan di media sosial maupun ruang-ruang publik.

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Mendagri Tito Karnavian 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Desakan kepada otoritas kampus untuk membubarkan Resimen Mahasiswa (Menwa) bermunculan di media sosial maupun ruang-ruang publik.

Desakan ini dipicu peristiwa meninggalnya seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar Resimen Mahasiswa (Menwa).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun angkat bicara terkait hal tersebut.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19 Saat Nataru, Dishub Kulon Progo Perketat Pengawasan

Tito yang ditemui saat melaksanakan kunjungan kerja di Kantor Gubernur DIY menuturkan, menurutnya, kebijakan untuk membubarkan Menwa perlu dikaji terlebih dahulu.

Kajian tersebut untuk menelusuri apakah benar seluruh Menwa di Indonesia identik dengan budaya kekerasan.

"Ini case terjadi kasuistis saja atau case karena sistemnya. Kalau kasuistis saja tidak perlu yang lain-lain (pembubaran), hanya jadi warning kepada Menwa yang lain agar tidak terulang kejadian yang sama," terang Tito, Senin (1/11/2021).

Jika kekerasan memang menjadi budaya laten dalam Menwa, lanjut Tito, maka jajarannya akan berusaha untuk memperbaiki sistem tersebut.

Salah satu caranya dengan menggelar pertemuan dengan mengundang kementerian terkait yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan perwakilan Menwa.

Baca juga: Mantan Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta Lapor ORI DIY Soal Dugaan Pelanggaran HAM

"Kalau ada masalah sistem, kekerasan yang dilakukan secara sistematis dan masif misalnya, maka kita harus perbaiki sistemnya, dengan rapat dengan Kemendikbud dan perwakilan Menwa agar mereka memperbaiki sistemnya," tandasnya.

Menurutnya, keputusan membubarkan Menwa perlu dipikirkan secara matang. Sebab, Menwa juga mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan masyarakat. 

Misalnya, banyak anggota Menwa yang terlibat dalam kerja-kerja sosial kemasyarakatan.

"Menwa banyak yang positif juga jadi jangan lihat satu kasus saja. Banyak mereka terlibat kerja sosial, penanggulangan bencana, macam-macam, banyak sekali," ucapnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved