Breaking News:

PSS Sleman

PSS Sleman Tak Lagi Targetkan Posisi Lima Besar, Kontribusi Pemain Asing Menjadi Sorotan

Andy Wardhana menyatakan bahwa target PSS Sleman musim ini direvisi yang semula finish di peringkat lima besar, menjadi minimal menembus 10 besar.

www.ligaindonesiabaru.com
Penyerang Arema FC, Carlos Fortes diadang pemain PSS, Aaron Evans saat kedua tim berjumpa pada pekan keempat Liga 1 2021/22, Minggu (19/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM- Target menembus lima besar yang sebelumnya dicanangkan diakui direktur utama PT PSS yang baru, Andy Wardhana Putra, cukup sulit direalisasikan apabila menilik situasi tim serta persaingan ketat yang dihadapi di Liga 1 2021/22 saat ini.

Sebab itu, Andy Wardhana Putra menyatakan bahwa target PSS Sleman musim ini direvisi yang semula finish di peringkat lima besar, menjadi minimal menembus 10 besar.

Menurutnya hal itu dirasa realistis lantaran melihat kondisi tim saat ini belum menemukan performa terbaik.

Dari sembilan kali pertandingan PSS Sleman sudah kalah sebanyak lima kali, kemudian hasil imbang dua kali, dan hasil mampu dua kali menang.

Sebagaimana diketahui, target menembus lima besar klasemen Liga 1 2021/22 dicanangkan oleh direktur utama PT PSS sebelumnya, Marco Gracia Paulo, menjelang bergulirnya kompetisi.

"Target lima besar sebelumnya mungkin agak berat sekarang, tapi harapannya tidak terlalu jauh dari itu. Ya kita tetap akan usahakan di sana," ujar Andy Wardhana.

Sejauh ini, penampilan PSS Sleman memang cukup mengecewakan. Anak asuh Dejan Antonic tersebut kini tercecer di peringkat ke-16 klasemen sementara, meraih 2 kemenangan, 2 kali imbang, dan 5 kekalahan, hanya mengoleksi 8 poin.

PSS Sleman juga menjadi satu di antara tim yang paling banyak kebobolan sejauh ini, dengan 17 gol bersarang ke gawang Ega Rizky, Miswar Saputra, dan Adi Satryo.

Di samping catatan negatif barisan lini belakang, satu di antara yang mendapatkan sorotan ialah kontribusi pemain asing yang sejauh ini masih jauh dari harapan.

Andy Wardhana tak menampik hal tersebut, dan berujar bahwa pemain asing PSS tampil belum memuaskan. Soal kemungkinan perombakan skuad, termasuk di sektor pemain asing, Andy Wardhana tak menutup peluang tersebut.

Namun ia masih ingin memantau perkembangan para pemain, sembari berharap kontribusi maksimal bisa ditunjukkan di laga-laga berikutnya.

"Saat ini mungkin belum maksimal, tapi kita lihat perkembangannya dalam latihan berikut-berikutnya, harapannya mereka bisa lebih baik," katanya.

Selanjutnya, Andy mengemukakan pendapatnya terkait dinamika yang terjadi saat ini di PSS Sleman, jika dirinya cukup menyayangkan karena ada beberapa isu yang membuat tidak harmonisnya hubungan antara suporter dan tim.

"Terus terang saya sedih melihat perkembangan PSS dalam beberapa bulan terakhir, sayang sekali. Karena beberapa isu sehingga suasana jadi tidak kondusif di klub dan masyarakat Sleman pada umumnya," katanya.

Kendati demikian Andy tetap mengerti apa yang sebetulnya diinginkan suporter. Sehingga ia ingin ke depan manajemen PSS Sleman dapat lebih baik lagi dalam komunikasi dengan suporter.

"Itu bukti kecintaan suporter pada PSS. Saya mengerti juga rekan-rekan suporter ada kekecewaan, kita ke depan perbaiki itu dengan komunikasi yang lebih baik," ucap ia.

Selain itu, Andy juga telah berkomitmen bakal melakukan evaluasi secara ketat terhadap performa PSS Sleman, dan akan menilai dengan objektif kinerja Dejan Antonic dalam melatih.

Terlebih Andy sudah memberi tenggat waktu untuk Dejan hingga dua pertandingan PSS ke depannya.

"Kita lihat membaik apa tidak, hasil pertandingannya bagaimana. Dejan pasti punya track record juga, jadi kita lihat apakah dia mampu membuat tim bermain dengan baik dan juga hasilnya baik," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved