Berita Otomotif Terkini

Replika Honda CT50 Motra, 'Kuda Besi' Garapan Bengkel Kustom 'Mogasae' di Bantul

Motor kustom replika Honda CT50 Motra ini bagian bodynya tak ada yang terbuat dari plastik, alias besi semua.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Motor kustom replika Honda CT50 Motra garapan kustom builder 'Mogasae', Nur Hajid (40). 

TRIBUNJOGJA.COM - Ungkapan 'kuda besi' tampaknya layak disematkan pada motor kustom garapan kustom builder bengkel 'Mogasae', Nur Hajid (40), asal Bembem, Trimulyo, Jetis, Bantul.

Bagaimana tidak? motor kustom replika Honda CT50 Motra ini bagian bodynya tak ada yang terbuat dari plastik, alias besi semua.

Tampilan motor kustom berkelir hijau doff ini memang sangat unik, berbeda dibanding motor kebanyakan.

Meski memiliki dimensinya cukup kecil, namun kesan tangguh begitu kental, dengan framenya menganut tubular-steel frame, dibungkus body serta spakbor yang terbuat dari plat besi.

Nur Hajid membangun motor ini terinspirasi dari Honda CT50 Motra, motor yang memang dibuat untuk menembus medan jalan sulit sekaligus membawa kargo dalam jumlah banyak.

Baca juga: Gandeng Artisan Lokal, Honda Custom Playground Sapa Konsumen Yogyakarta

Hal itu dibuktikan dengan keberadaan rak barang bagian depan dan belakangnya,  yang dapat digunakan untuk mengangkut barang.

Dengan begitu wajar saja jika menjuluki kuda besi yang satu ini dengan julukan motorcycle truck.  

"Kalau garap pesanan orang biasanya motor mini ala Honda Monkey, atau Honda Gorilla. Nah saya ingin membuat motor yang spesial dan berbeda, ketika mencari referensi akhirnya menemukan Honda Motra. Menurut saya, desain Honda Motra ini sangat unik, tidak ada duanya," ujar Nur Hajid saat ditemui Tribunjogja.com beberapa waktu lalu.

"Cari-cari referensi dan detail dari Honda CT50 Motra, kemudian saya coba garap sedetail mungkin untuk mendekati wujud aslinya," tambahnya.

Memang, Honda CT50 Motra tergolong motor yang sangat langka.

Hal tersebut cukup beralasan, lantaran diproduksi hanya dari tahun 1982-1983 alias cuma setahun.

Di samping itu, Honda CT50 Motra hanya beredar di Jepang saja alias Japan Domestic Model (JDM).

Namun yang jelas, tampilan Honda CT50 Motra pas banget buat inspirasi modifikasi karena mesinnya sama-sama tidur alias mesin standar motor bebek.

Baca juga: Big Bike Populer Bergaya Adventure Honda CB500X Tampil Semakin Agresif

Lebih lanjut Hajid menjelaskan, proses penggarapan motor kustom replika Honda CT50 Motra ini ia kerjakan dalam rentang waktu yang cukup lama.

Sebab, Hajid memang tak dikejar target, lantaran ia mendahulukan pengerjaan motor para kustomernya lebih dulu.

"Lantaran ini motor pribadi, proses penggarapannya tidak pasang target, mungkin 2 tahunan. Namun kalau waktunya dipadatkan, penggarapan motor ini bisa diselesaikan dalam waktu 2 bulan saja," terangnya.

Nah apabila Honda CT50 Motra yang asli menggunakan mesin yang identik dengan milik C50 (49 cc, 4,5 Hp), namun pada motor replika ini Hajid menyematkan mesin motor asal Tiongkok 'Milenium' tahun 2000, namun sudah diperbarui dengan part-part dari Honda Grand.

"Mesin 110 cc, siap kemana saja dengan segala medan," ujarnya.

Untuk kaki-kaki, shockbreaker depan menggunakan copotan Suzuki TS, sementara shockbreaker menggunakan after market.

Sedangkan untuk velg dan ban, Hajid menyematkan velg depan-belakang copotan mobil Honda Life ring 10 tapak lebar, dengan ban berukuran 120/90/10.

Baca juga: Kustom Bebek Supra Jadi Honda Dax, Tampil Beda Sesuai Karakter Si Owner

"Bagian frame dan body full kustom, speedometer menggunakan bawaan Suzuki A100, sedangkan lampu depan-belakang menggunakan after market," jelasnya.

Diungkapkan Hajid, tantangan yang ia hadapi dalam proses penggarapan motor ini yakni pada bagian pengerjaan body, yang terbuat dari plat besi.

"Lantaran alatnya belum mumpuni, jadi itu menjadi kesulitan tersendiri. Misal tulisan timbul 'HONDA' di bagian body kiri-kanan motor ini, saya garap secara manual," terangnya.

Sementara itu, rekan Hajid, Ihsan menambahkan, garapan bengkel rumahan 'Mogasae' mendapat apresiasi oleh sejumlah pihak lantaran memiliki detail yang nyaris mendekati motor aslinya, sekira 95 persen.

"Bahkan beberapa waktu lalu, seorang pehobi motor dari Surabaya yang juga memiliki Honda Motra orisinil, mengirimkan Master Kir untuk mengecek motor ini. Beliau pun sampai heran, lantaran motor replika garapan Mas Hajid ini detail sekali, memberikan acungan jempol," ujar Ihsan.

Bagi yang tertarik memiliki motor replika Honda CT50 Motra ini atau ingin membangun motor kustom lainnya, bisa langsung mengunjungi bengkel rumahan 'Mogasae' di Bembem, Trimulyo, Jetis, Bantul, atau dapat menghubungi Ihsan melalui Whatsapp (0812-2829-6006).

Baca juga: Hidupkan Memori Lawas Lagi Lewat Restorasi Honda Super Cub C800

Pelajari Otomotif Autodidak
Di balik uniknya motor kustom garapan Hajid, siapa sangka ia sebelumnya sama sekali tak memiliki background di bidang otomotif. Pria lulusan SMP ini mulai menggeluti bidang otomotif hanya berawal dari hobi.

"Awalnya hobi saja, wong saya di bidang otomotif ini juga autodidak, tidak sekolah, hanya bermodal suka kemudian sering bongkar-bongkar motor dan akhirnya banyak belajar," ujarnya. 

"Saya langsung belajar ke teman-teman bengkel, jadi secara praktek saya bisa namun awalnya secara teori belum menguasai. Akhirnya saya mempelajari teori dengan mengikuti kursus di Balai Latihan Kerja (BLK)," tambahnya.

Kejadian menggelikan terjadi saat Hajid yang berkeinginan kursus otomotif, namun justru diterima di jurusan elektronik.

Sebaliknya, ada seorang temannya yang ingin menekuni bidang elektronik, namun diterima di jurusan otomotif.

"Kemudian teman saya menawarkan bertukar jurusan, saya masuk ke kelas otomotif sedangkan dia ke kelas elektronik, namun secara diam-diam tanpa diketahui pihak pengajar," ujar Hajid.

"Beberapa kali saat absen di kelas, saya tak merespon panggilan dari pengajar, sebab yang dipanggil bukanlah nama saya melainkan nama dari teman saya yang bertukar kelas," kenangnya.

Kini, Mogasae justru banyak dikenal sebagai bengkel kustom motor rumahan, dari yang semula merupakan bengkel motor biasa.

"Awalnya bengkel umum, kemudian teman ada yang minta dibuatkan motor mini dengan basic matic, akhirnya banyak peminat kustom dari sekadar getok tular," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved