Otomotif
Kustom Bebek Supra Jadi Honda Dax, Tampil Beda Sesuai Karakter Si Owner
Motor kustom ini dibekali dapur pacu Honda Supra. Kemudian bagian frame menggunakan Honda S90, namun dipotong di bagian belakangnya.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Roda dua bagi kustom builder Artnarchy Custom Garage, Wibowo Adi Utama, diibaratkan seekor kuda.
Hal itu merujuk pada istilah klangenan atau kegemaran yang menandakan seorang pria dianggap sebagai satria dalam masyarakat Jawa.
Lima unsur klangenan itu diantaranya wisma (rumah), wanita (perempuan), kukila (burung), curiga (pusaka), serta turangga (kuda).
"Turangga bagi seorang laki-laki ini membawa prestise tersendiri ya, kalau jaran atau tunggangannya nggak gagah kok rasanya nggak marem. Namun bagi saya pribadi bukan soal gagah atau tidak, tapi setiap orang kan punya kepribadian yang berbeda-beda dan ingin menonjolkan kepribadiannya itu," ujar Bowo, sapaan akrabnya.
Baca juga: Putra Samosir Ubah Wujud Honda Star 1986 Jadi Tracker
"Nah Artnarchy Custom Garage ingin masuk ke ranah itu, mencoba memasukkan kepribadian si pemilik motor dengan motornya. Saya sering menganalogikan, motor dan pemiliknya itu seperti zoro dengan kudanya. Zoro dan kudanya itu ngesoul banget, jadi satu," tambah pria lulusan Institute Seni Indonesia Yogyakarta (ISI) Yogyakarta ini.
Tak sembarang meng-kustom motor, Bowo mengungkapkan dirinya harus terlebih dulu diskusi atau hanya sekadar mengobrol dengan pemilik motor.
Hal tersebut wajib dilakukan agar motor yang dikustomnya memiliki ciri khas dan menyatu dengan pemiliknya.
Pertimbangan referensi dari si pemilik motor juga menjadi alasan bowo untuk mengajak diskusi customernya.
"Biasanya kita sharing, jadi pertama biasanya dari rumah (owner motor) sudah membawa referensi motor impiannya. Nanti kita sesuaikan lagi, misal minta tangki besar, sedangkan mesinnya kecil. Padahal kalau terlalu besar justru bentuknya tidak proporsional. Kalau tetap ngeyel, ya silahkan dikerjakan di bengkel lain," kelakar Bowo.
"Bicara motor bagus itu kan seberapa banyak referensi yang sudah kita miliki. Semakin banyak referensi yang kita punya, standar bagus itu pastinya akan lebih tinggi. Saya menilai, saya punya kecintaan di ranah motor itu banyak. Kalau customer datang dengan referensi sedikit, pemahamannya belum banyak, dan ngeyel, itu saya juga males. Sebab saya maunya motor itu bagus, dan standar saya tinggi," tambahnya.
Benar saja, setiap motor yang dikustom oleh Bowo memiliki ciri khasnya sendiri.
Baca juga: Rubrik Otomotif Gaspol 52: Ducati Star, Putra Samosir Ubah Wujud Honda Star 1986 Jadi Tracker
Misal motor bebek Honda Supra lawas yang tampilannya berubah total menjadi Honda DAX ST70 diproduksi pada era '70-an.
"Motor mini ini memang tengah naik daun saat ini, itu bisa diamati di media sosial, sebab spirit motor ini kan untuk bersenang-senang. Apalagi mumet di tengah situasi pandemi saat ini, jadi motor mini ini untuk riding lucu-lucuan. Ride for fun," ujar Bowo.
"Owner motor ini sejak awal datang memang sudah bawa konsep ingin motor Honda Dax, namun ketika itu referensi dia pakai ring kecil. Padahal kalau saya lihat postur tubuh ownernya ini tinggi besar, jadi ketika hanya pakai ring 10 jadi kurang proporsional," lanjutnya.
"Kemudian kami sharing, dan saya beri usulan bagaimana kalau untuk rodanya diganti dengan ring ukuran 12, sebab spirit mininya menurut saya masih dapet banget, tapi juga enak dengan proporsi tubuhnya. Akhirnya sepakat menggunakan ring 12," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kustom-bebek-supra-jadi-honda-dax-tampil-beda-sesuai-karakter-si-owner.jpg)