Breaking News:

Berita Otomotif Terkini

Replika Honda CT50 Motra, 'Kuda Besi' Garapan Bengkel Kustom 'Mogasae' di Bantul

Motor kustom replika Honda CT50 Motra ini bagian bodynya tak ada yang terbuat dari plastik, alias besi semua.

TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Motor kustom replika Honda CT50 Motra garapan kustom builder 'Mogasae', Nur Hajid (40). 

"Bagian frame dan body full kustom, speedometer menggunakan bawaan Suzuki A100, sedangkan lampu depan-belakang menggunakan after market," jelasnya.

Diungkapkan Hajid, tantangan yang ia hadapi dalam proses penggarapan motor ini yakni pada bagian pengerjaan body, yang terbuat dari plat besi.

"Lantaran alatnya belum mumpuni, jadi itu menjadi kesulitan tersendiri. Misal tulisan timbul 'HONDA' di bagian body kiri-kanan motor ini, saya garap secara manual," terangnya.

Sementara itu, rekan Hajid, Ihsan menambahkan, garapan bengkel rumahan 'Mogasae' mendapat apresiasi oleh sejumlah pihak lantaran memiliki detail yang nyaris mendekati motor aslinya, sekira 95 persen.

"Bahkan beberapa waktu lalu, seorang pehobi motor dari Surabaya yang juga memiliki Honda Motra orisinil, mengirimkan Master Kir untuk mengecek motor ini. Beliau pun sampai heran, lantaran motor replika garapan Mas Hajid ini detail sekali, memberikan acungan jempol," ujar Ihsan.

Bagi yang tertarik memiliki motor replika Honda CT50 Motra ini atau ingin membangun motor kustom lainnya, bisa langsung mengunjungi bengkel rumahan 'Mogasae' di Bembem, Trimulyo, Jetis, Bantul, atau dapat menghubungi Ihsan melalui Whatsapp (0812-2829-6006).

Baca juga: Hidupkan Memori Lawas Lagi Lewat Restorasi Honda Super Cub C800

Pelajari Otomotif Autodidak
Di balik uniknya motor kustom garapan Hajid, siapa sangka ia sebelumnya sama sekali tak memiliki background di bidang otomotif. Pria lulusan SMP ini mulai menggeluti bidang otomotif hanya berawal dari hobi.

"Awalnya hobi saja, wong saya di bidang otomotif ini juga autodidak, tidak sekolah, hanya bermodal suka kemudian sering bongkar-bongkar motor dan akhirnya banyak belajar," ujarnya. 

"Saya langsung belajar ke teman-teman bengkel, jadi secara praktek saya bisa namun awalnya secara teori belum menguasai. Akhirnya saya mempelajari teori dengan mengikuti kursus di Balai Latihan Kerja (BLK)," tambahnya.

Kejadian menggelikan terjadi saat Hajid yang berkeinginan kursus otomotif, namun justru diterima di jurusan elektronik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved