PSS Sleman
PSS SLEMAN: Marco Gracia Paulo Komentari Pemecatannya dari Dirut PT PSS
Marco mengaku hingga saat ini tidak ada komunikasi apapun kepada dirinya. Eks CEO Badak Lampung ini juga menyoroti dari sisi etika.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM- PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) yang menaungi klub peserta Liga 1, PSS Sleman, pada Rabu (17/10) kemarin baru saja mengumumkan perombakan sususan direksi.
Dalam pengumuman tersebut diketahui bahwa Marco Gracia Paulo tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama PT PSS. Marco Gracia Paulo diberhentikan secara hormat, serta dilakukan perombakan pada posisi direktur, komisaris utama, dan komisaris.
Mereka kemudian digantikan oleh nama-nama yang ditunjuk oleh para pemegang saham PT PSS. Perombakan direksi PT PSS sejalan dengan keinginan para pendukung yang menyerukan tagar atau tanda pagar #MarcoOut di media sosial.
Tagar #MarcoOut merupakan bentuk tuntutan agar Marco Gracia Paulo mundur dari jabatan Direksi Utama PT PSS. Kini, tuntutan itu sudah terwujud melalui perombakan direksi yang disetujui oleh para pemegang saham.
Menanggapi soal perombakan jajaran direksi PT PSS tersebut, Marco mengaku hingga saat ini tidak ada komunikasi apapun kepada dirinya. Diakuinya, memang ada dua cara untuk mengambil keputusan tersebut, dalam sebuah perseroan, bisa melalui RUPS atau sirkuler.
"Saya cukup kagum dengan bagaimana situasi ini ditangani, karena tidak ada komunikasi apapun ke saya," ungkap Marco, Jumat (29/10/2021).
"Sampai hari ini, saya tidak menerima komunikasi dalam bentuk apapun, termasuk surat notifikasi dari PT PSS terkait pemberhentian saya sebagai Direktur Utama dan pergantian susunan Direksi.
"Yang mengejutkan saya adalah karena di saat saya dan tim sedang berusaha menyelamatkan keadaan Klub yang cukup berat tapi ternyata malah 'partner' kami sendiri malah sibuk mencari celah untuk mengambil alih kepemimpinan serta menggusur saya dengan alasan mulia: 'demi kebaikan bersama'," tambahnya.
Lebih lanjut, eks CEO Badak Lampung ini juga menyoroti dari sisi etika.
"Dari saya pribadi, apa sih alasan saya mau terjun di sepak bola? Saya memang cinta sepak bola tapi saya lebih cinta Indonesia dan juga nilai- nilai hidup yang terkandung dalam sepak bola," kata Marco.
"Salah satu nilai hidup yang diajarkan dalam sepak bola adalah tentang sportivitas. Secara sportif, saya terima keputusan ini asalkan memang sesuai dengan anggaran dasar perusahaan dan juga undang-undang yang berlaku," lanjutnya.
"Tapi dari sisi etika itu yang saya sangat sayangkan. Saya ditunjuk di RUPS sebagai Direktur Utama PT PSS pada saat itu, jadi saya berharap pergantiannya juga manusiawi," tambahnya.
"Saya rasa saya layak untuk minimal mendapatkan sebuah surat notifikasi dari PT. PSS terkait keputusan pergantian ini berikut dengan legal standing-nya.
Tahu dari medsos
Sayangnya, lanjut Marco, informasi tersebut malah ia terima dari sosial media.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pt-pss-gelar-rapat-kerja-ini-yang-akan-dibahas.jpg)