Menuju Warisan Dunia UNESCO, Perlu Keberadaan Badan Pengelola Sumbu Filosofi Yogyakarta
Masyarakat Yogyakarta diminta untuk memahami sekaligus turut melestarikan Sumbu Filosofi hingga akhirnya UNESCO dapat memantapkan diri memasukan
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Masyarakat Yogyakarta diminta untuk memahami sekaligus turut melestarikan Sumbu Filosofi hingga akhirnya UNESCO dapat memantapkan diri memasukan Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia.
Ketua Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya DIY, Yuwono Sri Suwito memaparkan bahwa Sumbu Filosofi di Yogyakarta adalah satu-satunya di dunia.
Tata ruang yang memiliki sumbu filosofi hanya Keraton Yogyakarta.
Baca juga: Cerita Sumbu Filosofi Rancangan Sang Arsitektur Sri Sultan HB I dan Upaya Jadi Warisan Dunia UNESCO
Maka dari itu, hal yang paling berat dalam proses pengajuan ini adalah pengumpulan dossier atau berkas di mana di dalamnya terdapat management plan.
Yuwono menyatakan, dalam management plan tersebut juga mengatur adanya badan pengelola Sumbu Filosofi.
Dengan demikian UNESCO akan dapat menilai, mengamati terus menerus keberadaan Sumbu Filosofi tersebut.
"Management plan itu adalah janji kita terhadap UNESCO apabila nanti Sumbu Filosofi sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia," ungkapnya saat Talk Show bertema Pelestarian dan Pemanfaatan Cagar Budaya Menuju Warisan Budaya Dunia, Jumat (29/10/2021).
Ia menekankan, jika janji itu tidak ditepati, maka UNESCO akan memberikan teguran atau peringatan.
Ia mencontohkan sistem pengairan Subak di Bali yang sejak 2012 diakui UNESCO menjadi warisan dunia.
"Sebagai contoh Subak, dulu orang ngluku, nggaru memakai kerbau, bukan sapi, karena sapi di sana dianggap suci. Setelah ditetapkan (warisan budaya dunia) akhirnya malah pakai traktor, lha ini sudah menyalahi value. Karena yang mendapatkan nilai tertinggi di UNESCO adalah Outstanding Universal Value (kriteria nilai universal luar biasa)," ungkapnya.
Mengutip dari gln.kemendikbud.go.id, nilai universal luar biasa berarti makna penting dari segi budaya dan/atau alam yang sangat luar biasa (exceptional) sehingga melampaui batas nasional dan memiliki arti penting bagi generasi sekarang maupun mendatang dari semua umat manusia.
Dengan teguran UNESCO terhadap pengelola Subak tersebut, ia menilai bahwa masyarakat belum siap dalam hal menjaga warisan budaya dunia tersebut.
Ia menilai masyarakat masih kebingungan akan diapakan warisan budaya tersebut setelah mendapat pengakuan dari UNESCO.
Baca juga: Hasil Autopsi Jenazah Mahasiswa UNS yang Meninggal saat Diklatsar Menwa, Polisi: Ada Luka Kekerasan
"Maka ini harus ada usaha terus menerus untuk sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat bisa 'Sumbu Filosofi Minded'. Begitu kita bicara Sumbu Filosofi masyarakat sudah mengetahui dan bisa bercerita tentang itu," ungkapnya.
"Kalau kita tidak menepati itu, akan ditegur UNESCO, teguran itu nanti akan mengakibatkan dicabutnya (Sumbu Filosofi) sebagai warisan budaya dunia," tandasnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/talkshow-di-kafe-ro-kopiran-jalan-kh-ali-maksum-no-105.jpg)