Bupati Sleman Berharap Pilur Sehat dan Bebas Politik Uang
Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Sleman akan digelar serentak di 33 Kalurahan pada Minggu, 31 Oktober 2021.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Sleman akan digelar serentak di 33 Kalurahan pada Minggu, 31 Oktober 2021.
Pelaksanaan pesta demokrasi tingkat Kalurahan itu diharapkan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat sehingga bebas dari penularan Covid-19. Kemudian bebas dari praktik politik uang.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, tahapan Pilur di Bumi Sembada sempat tertunda akibat adanya pembatasan kegiatan masyarakat ketika penularan Covid-19 tinggi.
Namun, seiring penurunan level 2 PPKM di Sleman tahapan Pilur akhirnya dapat kembali berjalan.
Baca juga: Kolaborasi Lintas OPD DI Yogyakarta Gelar Gebyar Pleret, Bangkit Bersama dari Pandemi Covid-19
Pihaknya mengaku bersyukur tahapan sudah berjalan semua, tinggal proses pemungutan Suara.
Untuk itu, Ia meminta pemungutan suara diselenggarakan dengan hati-hati.
Sebab, setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak dapat berpotensi terjadi penularan virus Covid-19. Prokes menjadi perhatian serius agar jangan sampai ada penularan.
"Karena mau tidak mau pasti ada keramaian. Dan itu yang harus diperhatikan baik oleh penyelenggara, petugas maupun satgas di wilayah masing-masing," kata Kustini, Jumat (29/10/2021).
Orang nomor satu di Bumi Sembada itu berharap pelaksanaan Pilur dapat berjalan sehat. Pihak penyelenggara harus membuat rencana dan skenario mitigasi yang aman dan tidak menimbulkan kerumunan.
Sarana Protokol Kesehatan harus disiapkan. Kemudian semua saling menjaga agar semua masyarakat yang terlibat tetap sehat.
Di samping itu, Kustini juga mengingatkan para calon lurah agar tidak bermain politik uang.
Ia mengajak masyarakat memilih calon lurah berdasarkan program kerja yang dinilai dapat memajukan wilayahnya.
Baca juga: Muncul Fenomena La Nina di Akhir Oktober, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di DI Yogyakarta
"Saya rasa masyarakat Sleman sudah cermat dan cerdas dalam menentukan hal itu dan tidak tergoda (politik uang)," ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Budiharjo mengatakan, Pilur serentak diikuti 33 Kalurahan dan dilaksanakan pada Minggu 31 Oktober mendatang.
Saat Pilur berlangsung, pihaknya bersama Bupati, OPD dan DPRD Sleman akan melakukan pemantauan di Kalurahan yang menggelar Pilur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)