Breaking News:

Sebanyak 5 Alat Berat Diterjunkan untuk Bongkar Keramba Apung di Rawa Jombor Klaten

Lima unit backhoe atau alat berat mulai diterjunkan di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Penampakan alat berat yang mulai melalukan pembersihan keramba apung di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Lima unit backhoe atau alat berat mulai diterjunkan di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Alat berat jenis penggali itu mulai beroperasi di Rawa Jombor untuk melakukan pembersihan keramba jaring apung dan keramba tancap yang sudah dikosongkan oleh pemiliknya.

Pembersihan itu merupakan bagian dari penataan atau revitalisasi Rawa Jombor tahun 2021.

Pantauan TribunJogja.com di Rawa Jombor Selasa (26/10/2021) sekitar pukul 12.00 hingga 14.00, terdapat lima alat berat yang tersebar di sejumlah titik rawa seperti sisi utara, selatan dan barat.

Baca juga: Inilah 33 Simbol yang Muncul di Ramalan Cupu Panjala 2021, Prediksi Peristiwa 1 Tahun ke Depan

Dari 5 alat berat yang ada, 2 alat berat diantaranya  beroperasi masing-masingnya di sisi utara dan selatan rawa.

Kemudian 2 alat berat lainnya sedang melakukan pembersihan sisa-sisa bambu dari keramba apung di tengah rawa. Sementara satu alat berat masih terparkir di pinggir rawa.

Seorang petani keramba apung, Sukamto (60) menyebut jika alat berat sudah beroperasi di Rawa Jombor untuk melakukan pembersihan keramba sejak lima hari terakhir.

"Kalau saya tak keliru sudah lima hari beroperasi melakukan pembersihan di rawa jombor ini," ucapnya saat TribunJogja.com temui di Rawa Jombor itu.

Menurutnya, keramba apung miliknya sudah ia bongkar secara mandiri, hal itu mengikuti instruksi dari pemerintah.

"Saya terakhir panen akhir Agustus kemarin, untuk keramba apung milik saya sudah dibongkar kemarin," katanya.

Ia berharap penataan rawa tersebut bisa dilakukan secara cepat sehingga para peternak ikan keramba bisa memulai usaha kembali.

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Sebut Serapan APBD DIY Terendah Se-Indonesia, Begini Penjelasan Pemda DIY

"Katanya petani nanti dapat luas sekitar 8 hektare untuk petani keramba, tapi saya harap penataannya selesai cepat dulu biar bisa bekerja lagi," ucapnya.

Ketua Paguyuban Rawa Jombor, Suripto membenarkan jika saat ini telah dilakukan pembersihan keramba apung di Rawa Jombor.

"Sudah lima hari dikerjakan. Itu yang dibersihkan yang sudah dibongkar oleh pemiliknya dan yang sudah selesai panen ikannya," ucapnya saat ditemui di rumahnya.

Ia mengatakan saat ini di Rawa Jombor terdapat sekitar 240 petani keramba jaring apung dan keramba tancap. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved