Breaking News:

Dishub Kota Yogyakarta Pastikan Pengelola TKP Dukung Pelaksanaan One Gate System 

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memastikan, para pengelola tempat khusus parkir (TKP) mendukung penuh kebijakan one gate system yang siap diterapkan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Ardhike Indah
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memastikan, para pengelola tempat khusus parkir (TKP) mendukung penuh kebijakan one gate system yang siap diterapkan mulai akhir pekan mendatang. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho mengatakan, sistem satu pintu ini, merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Kemendagri, terkait kewajiban vaksin, untuk seluruh wisatwan. 

"Ya, ini kan untuk mewujudkan instruksi dari pemerintah pusat. Jadi, setiap kendaraan wisata, harus dipastikan penumpangnya sudah tervaksin. Jadi, semua harus menerapkan," katanya, Kamis (21/10/2021). 

Baca juga: PSS Sleman vs Persib Bandung, Kedua Tim Punya Tuntutan dari Suporter untuk Pecat Pelatih

Menurutnya, Dinas Perhubungan sudah mengumpulkan seluruh pengelola TKP di sekitar Malioboro, meliputi Abu Bakar Ali, Ngabean, hingga Senopati, untuk membahas penerapan kebijakan satu pintu tersebut. 

"Teman-teman di TKP sudah komitmen nyengkuyung, ya, untuk pelaksanaan one gate system ini. Karena kita semua ingin, perekonomian Yogyakarta tumbuh kembali, tapi kesehatannya tetap terkendali," katanya. 

Agus mengungkapkan, untuk mendukung pelaksanaan kebijakan ini, Dishub sudah memasang papan informasi di sejumlah titik, untuk mengarahkan setiap bus yang masuk Yogyakarta menuju Terminal Giwangan. 

"Kita sudah pasang signing. Pagi tadi sudah kita pasang itu, mulai dari kawasan ringroad, sampai tengah kota, untuk informasi bagi wisatawan," ujar Kadishub. 

Baca juga: Anak Dengan HIV/AIDS di DI Yogyakarta Kesulitan Cari Panti Asuhan, DP3AP2 DIY: Ini PR Besar Kami

Ia menyadari, Kota Yogyakarta menjadi rute wajib bagi  wisatawan yang mengunjungi DIY. Alhasil, Pemkot harus melakukan berbagai upaya, agar situasi dan kondisi tetep  terkendali, demi kebaikan masyarakat. 

"90 persen wisatawan yang masuk DIY pasti masuk kota, karena ingin ke Malioboro. Tapi, TKP-nya kan cuma tiga, sehingga untuk mendapat kepastian tempat parkir, ya, skrining dulu ke Giwangan," ucap Agus. 

"Toh, kalau hanya pengecekan vaksin, cuma butuh kurang lebih sekitar tujuh menit untuk setiap bus. Kami pastikan, (terminal) Giwangan itu sangat representatif untuk melakukan skrining," imbuhnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved