Breaking News:

Yogyakarta

Penjelasan BMKG Soal Cuaca DI Yogyakarta yang Terasa Lebih Panas Belakangan Ini

Fenomena kulminasi matahari yang terjadi pada pekan ketiga Oktober ini, bertepatan mulai masuknya musim pancaroba.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Beberapa hari terakhir, suhu udara saat siang hari di Daerah Istimewa Yogyakarta terasa lebih panas dan gerah.

Hal ini, menurut BMKG Yogyakarta disebabkan karena adanya fenomena kulminasi matahari.

Puncaknya pada 13 Oktober pukul 11.24 WIB.

Matahari tegak lurus berada tepat di atas pulau Jawa, sehingga pancaran radiasi matahari yang diterima ke Bumi maksimal. 

"Udara lebih panas dan gerah, suhu meningkat. Biasanya, dampaknya ini dirasakan selama seminggu dari fenomena utama, di tanggal 13 Oktober itu," kata Kepala Stasiun Klimatologi, BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, Senin (18/10/2021). 

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Selasa 19 Oktober 2021, Waspadai Hujan Lebat di Wilayah Ini

Dampak dari fenomena kulminasi matahari ini, suhu udara menjadi lebih tinggi.

Reni mengatakan, pada pukul 10.00 - 11.00 WIB suhu udara bisa mencapai 29 - 30° C.

Padahal normalnya, 27 - 28° C.

Suhu udara itu, terus mengalami kenaikan menjelang siang hari pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. 

Menurutnya, kondisi ini juga berpengaruh pada pagi hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved