Breaking News:

PSS Sleman

Deadline Tiga Tuntutan BCS dan Slemania, Siapa yang Bakal Terdepak dari PSS?

Hingga saat ini manajemen PT PSS terkesan mengulur waktu dan tidak mengindahkan tuntutan suporter tersebut.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Dukungan ribuan suporter PSS Sleman pada laga kontra Madura FC pada babak 8 besar Liga 2 2018 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (6/11/2018) silam. 

TRIBUNJOGJA.COM SLEMAN- Senin (18/10/2021) pukul 16.00 WIB merupakan tenggat waktu bagi pemegang saham mayoritas PT Putra Sleman Sembada (PSS) untuk memberikan jawaban tegas terhadap tiga tuntutan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania.

Hal tersebut merupakan ultimatum yang disampaikan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, saat menggelar audiensi secara daring dengaan Agus Projosasmito selaku pemegang saham mayoritas PT Putra Sleman Sembada (PSS) dari PT Palladium Pratama Cemerlang, Jumat (15/10) lalu.

"Para suporter ini sudah lama menunggu bahkan ada yang sampai ke Jakarta dan Bandung. Tapi sampai hari ini belum ada jawaban yang memuaskan. Maka dari itu saya disini ingin meminta jawaban yang tegas dari pemegang saham, bagaimana," kata Kustini saat berbincang melalui zoom, Jumat (15/10).

Jawaban tegas yang dimaksud Kustini adalah tuntutan suporter agar Direktur Utama PSS, Marco Gracia Paulo, pelatih Dejan Antonic, dan pemain Arthur Irawan keluar.

Pasalnya, hingga saat ini manajemen PT PSS terkesan mengulur waktu dan tidak mengindahkan tuntutan suporter tersebut.

"Saya memantau PSS dari jauh. Dan dari informasi yang saya dengar (tuntutan) akan dipenuhi sebelum pertandingan seri ke dua. Tapi sampai ini belum ada jawaban tegas yang akhirnya memicu kemarahan para suporter," jelas Kustini.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kustini juga telah mengirimkan surat melalui Pemda Sleman sebagai bentuk ultimatum.

"Kalau sampai belum ada sikap tegas minimal dari salah satu tuntutan itu, akan saya tindak lanjut," ujar Kustini.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama (Komut) PT Putra Sleman Sembada sekaligus pemegang saham mayoritas dari PT Palladium Pratama Cemerlang, Agus Projosasmito buka suara terkait tiga tuntutan suporter.

Akan dalam audiensi tersebut Agus Projosasmito belum bisa memberikan jawaban akibat ketidakhadiran pemilik saham Effy Soenarni Soeharsono pada kesempatan tersebut. Sekadar informasi, komposisi saham 70 persen yang dimiliki oleh PT Palladium Permata Cemerlang di klub separuhnya dipegang oleh Effy.

Seperti diberitakan sebelumnya, kisruh suporter Super Elja dengan manajemen PT PSS masih berlanjut. Bahkan pada hari Kamis (14/10) malam, ribuan suporter mendatangi Rumah Dinas Bupati untuk menyampaikan aduannya. Saat itu Kustini berjanji akan berkomunikasi dengan pemegang saham mayoritas dan meminta kejelasan agar konflik bisa segera mereda.

Mencoba mengurai benang kusut tersebut, Kustini  memberikan ultimatum dengan tenggat waktu hari Senin (18/10) pukul 16.00 WIB kepada pemegang saham mayoritas PSS untuk memberikan jawaban atas tuntutan yang diajukan suporter.

Tangkapan layar video yang diungguhan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, melalui akun twitter pribadinya @KustiniKSP saat proses audiensi dengan suporter PSS Sleman, Jumat (15/10/2021) dini hari.
Tangkapan layar video yang diungguhan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, melalui akun twitter pribadinya @KustiniKSP saat proses audiensi dengan suporter PSS Sleman, Jumat (15/10/2021) dini hari. (Tangkapan layar video yang diungguhan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.)

Ultimatum tersebut diberikan Bupati Kustini kepada pemegang saham mayoritas PT PSS agar segera memberikan keputusan tegas terkait dengan tiga tuntutan suporter.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved