Warga Gunungkidul Boleh Pilih Vaksin, Sinovac Jadi yang Paling Diminati

Banyaknya peminat Sinovac satu di antaranya karena rentang kelompok usia penerimanya bisa lebih luas, yaitu mulai dari umur 12 tahun.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Sejumlah vial vaksin Covid-19 kosong yang sudah digunakan di Dinkes Gunungkidul, Jumat (15/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan Gunungkidul kembali menggelar acara vaksinasi massal di Kantor Dinkes pada Jumat (15/10/2021). Hal ini dilakukan untuk mengejar target vaksinasi sehingga tercipta kekebalan kelompok dari ancaman Covid-19.

Pada kesempatant tersebut, Dinkes memberikan kesempatan kepada warga untuk memilih jenis vaksin yang ingin digunakan. Hasilnya, vaksin sinovac menjadi yang paling diminati oleh warga.

Meski demikian, Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menekankan bahwa semua vaksin memiliki manfaat yang sama. Jadi, tidak hanya terbatas pada sinovac saja.

Adapun jenis vaksin yang tersedia adalah Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Gunungkidul, Sumitro membenarkan bahwa sinovac yang paling banyak diminati. Apalagi untuk dosis pertama.

Menurut Sumitro banyaknya peminat Sinovac satu di antaranya karena rentang kelompok usia penerimanya bisa lebih luas, yaitu mulai dari umur 12 tahun.

Sedangkan jenis vaksin lainnya diberikan untuk 18 tahun ke atas.

Sedangkan untuk yang paling sedikit peminatnya, ia menyebut Moderna.

Sebab vaksin ini difokuskan pada warga untuk dosis kedua serta bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan keluar negeri.

"Sebab banyak negara yang menjadikan Vaksin Moderna sebagai syarat," jelas Sumitro.

Dinkes Gunungkidul juga menyediakan pilihan Sinopharm dan AstraZeneca.

Adapun untuk yang terakhir, Dinkes juga sedang berupaya menghabiskan persediaan lantaran masa berlakunya yang terbilang pendek.

Sumitro mengatakan kegiatan vaksinasi dengan memilih jenis vaksin ini sudah berjalan untuk keempat kalinya.

Pendaftaran dibuka setiap Rabu dan Kamis, dan pelaksanaan tiap hari Jumat.

"Kami batasi untuk satu kali pelaksanaan 500 orang, hari ini setidaknya sudah 476 orang yang datang," katanya.

Apa itu Vaksin Sinovac?

Sebagaimana dilansir News Medical Today, Sinovac diproduksi oleh Sinovac Biotech, sebuah perusahaan farmasi yang berbasis di China dengan kantor pusat di Beijing.

Perusahaan ini berfokus secara khusus pada pengembangan dan pembuatan vaksin untuk menargetkan penyakit menular pada manusia.

Vaksin ini direkomendasikan untuk individu berusia 18 tahun ke atas. Ini memiliki tingkat kemanjuran 50,4% untuk mencegah infeksi simtomatik, menurut data dari percobaan Brasil, dan efektivitas 67%, menurut sebuah studi di Chili.

Vaksin Sinovac divalidasi dalam Daftar Penggunaan Darurat (EUL) oleh WHO pada 1 Juni. Prosedur EUL WHO untuk CoronaVac mencakup tinjauan keamanan dan kemanjuran vaksin, serta “inspeksi di tempat fasilitas produksi.”

Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE), dewan penasihat utama WHO mengenai vaksin, juga meninjau vaksin sebagai bagian dari validasi EUL WHO.

Pada 9 Juni 2020, vaksin tersebut disetujui untuk digunakan di 26 negara.

CoronaVac adalah vaksin yang tidak aktif. Ia menggunakan versi mati dari virus SARS-CoV-2 sehingga tidak dapat bereplikasi, tetapi ia menjaga protein lonjakan permukaan tetap utuh untuk memicu sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibodi untuk perlindungan terhadap virus hidup, jika ingin menyerang. (ALX/MON)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved