Breaking News:

Yogyakarta

Libur Maulid Nabi 2021, Satpol PP DIY Kerahkan Ratusan Personel untuk Pantau Objek Wisata

Satpol PP DIY menerjunkan sekitar 400-an personel untuk memantau objek wisata \sepanjang libur Maulid Nabi 18-20 Oktober 2021.

TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menerjunkan sekitar 400-an personel untuk memantau objek-objek wisata yang ada di wilayah DI Yogyakarta sepanjang libur Maulid Nabi Muhammad SAW 18-20 Oktober 2021.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad menuturkan, petugas yang dikerahkan berasal dari unsur Satlinmas Rescue Istimewa yang berjumlah 308 orang dan Satpol PP DIY sebanyak 130 personel.

Seluruhnya disebar ke 33 titik lokasi meliputi objek wisata pantai, waduk, dan gunung.

"Ya kalau kita tetap melakukan pengawasan di tempat yang banyak kerumunan. Saat liburan biasanya di rumah makan dan obwis," terang Noviar, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Kewalahan Halau Wisatawan, Satpol PP DIY Minta Pengelola Wisata Ikut Lakukan Pengawasan

Noviar mengungkapkan, sejauh ini baru ada tujuh destinasi wisata di DIY yang diizinkan buka.

Maka pihaknya bakal menghalau wisatawan yang datang ke tempat wisata yang belum mengantongi izin pembukaan.

Noviar juga meminta kerja sama pengelola wisata untuk memantau pergerakan wisatawan. Sebab, ada oknum warga sekitar yang berupaya membantu meloloskan wisatawan dari penjagaan petugas.

"Memang masih belum mengizinkan untuk masuk wisatawan yang belum ada izin. Nanti kita minta putar balik," ucapnya.

Lebih jauh, Noviar juga meminta kepada Satgas Covid-19 di tingkat kelurahan untuk memantau aktivitas warganya.

Baca juga: Buka Hingga Larut Malam, 3 Angkringan di Jalan Yogyakarta-Solo Klaten Dapat Teguran dari Satpol PP

Terlebih klaster-klaster baru mulai bermunculan di DIY. Padahal saat ini tren penambahan kasus positif mulai menunjukkan perbaikan.

"Kita tidak kendorkan, untuk satgas kita masih jalan terus tiap hari melakukan pengawasan," bebernya.

Noviar meminta agar pelandaian kasus ini tidak direspons dengan euforia oleh masyarakat. Dia meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan segala ketentuan dalam kebijakan PPKM.

"Masyarakatnya abai karena melihat kasus turun, kematian turun, BOR RS juga landai. Masyarakat terutama wisatawan jadi banyak yang masuk," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved