Breaking News:

Dorong Kebangkitan Wisata Magelang, Bangunan di Nepal Van Java Dicat Ulang

Berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, menjadikan Dusun Butuh, dusun tertinggi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dahulu,

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein saat mengecat beberapa bangunan di Nepal van Java, Kamis (14/10/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, menjadikan Dusun Butuh, dusun tertinggi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dahulu, dusun yang terletak di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik ini hanyalah jalur perlintasan biasa yang dilalui para pendaki Gunung Sumbing.

Pesona lanskap rumah-rumah penduduk Dusun Butuh yang seolah bertumpuk di lereng Gunung Sumbing kerap disandingkan oleh para pendaki dengan pemandangan perdesaan Namche Bazaar di Nepal yang berlokasi di Pegunungan Himalaya, hingga terciptalah julukan Nepal van Java pada 2019.

Baca juga: HUT Ke-71 IDI Cabang Kota Yogyakarta Gelar Beberapa Rangkaian Acara dan Webinar

Berkat kreativitas masyarakat, rumah-rumah warga diberi warna-warni untuk menarik para pengunjung hingga terkenal dengan kampung pelanginya.

Kepala Dusun Butuh, Lilik Setyawan menuturkan, setelah memberi warna pada rumah-rumah warga Nepal van Java menjadi perbincangan di dunia maya karena menjadi instagramable dan kekinian.

Bahkan, kepopuleran Nepal van Java juga memberi warna perubahan pada kehidupan perekonomian warga setempat.

 “Warga dengan jumlah lebih dari 1.000 orang yang terdiri dari 475 Kepala Keluarga kini memiliki lapangan usaha baru seperti membuka warung makan atau kopi, kru parkir, hingga kru ojek. Hal tersebut membuktikan bahwa Nepal van Java mengangkat perekonomian warga,” paparnya, pada Kamis (14/10/2021).

Destinasi 'Nepal Van Java' di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang kembali dibuka, Sabtu (7/11/2020).
Destinasi 'Nepal Van Java' di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang kembali dibuka, Sabtu (7/11/2020). (Pengelola Nepal Van Java)

Kini, wisata Nepal van Java pun mulai berbenah lagi setelah lebih dari setahun tidak menerima kunjungan wisatawan akibat pandemi.

"Iya, kami mulai berbenah lagi. Beberapa warna sudah mulai luntur karena cuaca maupun faktor lainnya. Hari ini kami lakukan pengecatan lagi dibantu oleh Nippon Paint berkoordinasi dengan Pemkab Magelang," tuturnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 14 Oktober 2021: Tambah 34 Kasus Baru, 84 Orang Sembuh

Area Sales Manager Jawa Tengah Nippon paint, yaitu Topan Wijaksono mengatakan, sejak tahun 2019, Nippon Paint telah mendonasikan sebanyak 1.361 liter cat untuk diaplikasikan di 300 rumah warga atau setara dengan 6.805 meter persegi untuk Nepal van Java.

"Kami ingin memberikan kekuatan untuk  mendorong wisatawan menelusuri Nepal van Java. Ke depannya Nippon Paint berharap pengecatan ini dapat meremajakan penampakan Dusun Butuh, Kaliangkrik dan menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung dan meningkatkan perekonomian warga Nepal van Java," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein menuturkan, pengecatan Nepal van Java diharapkan dapat mengibarkan kembali semangat sektor pariwisata terutama desa wisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami, Nippon Paint  melalui kegiatan ini kelak dapat menyebar ke desa wisata serupa di Indonesia untuk meningkatkan perekenomian di daerah lainnya," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved