Pandemi Covid 19
Berkaca pada Gelombang I dan II, Tetaplah Waspada Meski Covid-19 Mulai Melandai
Berkaca pada fase gelombang I dan II lonjakan kasus covid-19 di tanah air, warga diminta untuk tetap waspada meski angka kasus positif mulai turun
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Berkaca pada fase gelombang I dan II lonjakan kasus covid-19 di tanah air, sudah seharusnya warga tetap waspada meski angka kasus positif mulai menunjukkan penurunan beberapa waktu belakangan ini.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube belum lama ini mengatakan bahwa selalu ada potensi meningkatnya kembali angka kasus positif covid-19 jika warga tidak menegakkan disiplin protokol kesehatan.
Ia menyebutkan bahwa pengalaman yang lalu telah memperlihatkan adanya kenaikan kasus covid-19 seiring dengan meningkatnya mobilitas warga. Utamanya setelah ada libur panjang pada saat kasus sedang melandai.
Hal ini terbukti dari beberapa periode libur panjang hari raya yaitu Idul Fitri tahun 2020, periode Natal dan Tahun Baru 2021 serta periode Idul Fitri tahun 2021.
Kenaikan kasus terjadi mulai dari kenaikan yang tidak begitu signifikan hingga Indonesia mengalami lonjakan pertama (first wave) dan juga pada lonjakan kedua.
Ini terjadi lantaran masyarakat cenderung berkumpul, bertemu dengan keluarga dan bepergian pada periode tersebut. Kegiatan kegiatan inilah yang berpotensi meningkatkan penularan COVID-19. Apalagi jika kegiatan itu tidak dibarengi dengan penerapan disiplin protokol kesehatan.
Lalu, secara grafik kasus terdapat jeda antara kenaikan mobilitas penduduk dengan kenaikan kasus. Pola tersebut menggambarkan mobilitas penduduk tinggi pada saat kasus belum meningkat. Begitu kasus meningkat mobilitas langsung turun drastis karena kebijakan pembatasan yang diterapkan.
Pola tersebut berulang ketika kasus mulai melandai mobilitas kembali meningkat. Peningkatan paling tajam terjadi pada periode Libur Idul Fitri 2021 dan tidak lama kemudian Indonesia mengalami second wave dan barulah mobilitas perlahan kembali menurun.
Oleh sebab itu, warga diminta untuk tetap waspada dalam menyakapi adanya penurunan angka positif covid-19 beberapa waktu belakangan ini.
Ahli UGM : Waspadai Gelombang Ketiga
Senada, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Raden Ludhang Pradipta Rizki MBiotech SpMK juga mengingatkan tentang potensi adanya gelombang ketiga.
Menurutnya, ada tiga parameter yang harus diperhatikan agar tidak kecolongan seperti saat dihantam badai varian Delta virus Sars-CoV-2.
Ketiga faktor itu adalah faktor manusia, virus dan lingkungan.
Dia menjelaskan, sejauh ini, dari faktor virus, memang varian Delta masih menjadi momok di beberapa negara dan belum ada varian, dari segi penyebaran, yang lebih sulit dikendalikan.
“Potensi varian baru itu masih ada, meski tidak seperti awal tahun ini. Kita ingat ya, awal tahun ini kan bertubi-tubi, antara varian Alfa, Beta dan Gamma hingga Delta,” jelasnya, Rabu (13/10/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penggunaan-masker-dobel-untuk-mencegah-covid-19.jpg)