Breaking News:

Feature

Kisah Pria Hobi Pelihara Reptil Bantu Tetangga Evakuasi Ular Masuk Rumah di Kulon Progo

Memelihara reptil mulai menjadi gaya hidup Aditya Dani, seorang pria di Kulon Progo. Ia mengelola Kulon Progo Exopet, tempat penitipan reptil.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
JINAKKAN ULAR - Pengelola Kulon Progo Exopet, Aditya Dani, saat menjinakkan ular king kobra di selter Jalan Kolonel Sugiono Nomor 32, Kalurahan Kedungdowo, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, belum lama ini. 

Memelihara reptil mulai menjadi gaya hidup Aditya Dani, seorang pria di Kabupaten Kulon Progo. Ia bahkan mengelola Kulon Progo Exopet, tempat penitipan berbagai jenis reptil. Selter tersebut dikelolanya sejak tiga tahun silam.

DI Kulon Progo Exopet terdapat berbagai jenis reptil. Ada ular weling, ular kobra Jawa, ular piton, ular gadung, anakan ular sawa kopi, biawak, hingga gecko (sejenis kadal, Red).  Ada pula seekor ular king kobra yang mematuk sang pemilik sampai meninggal dunia pada 5 Oktober 2021 lalu.

Usianya sekitar empat tahun dengan panjang lebih kurang 2,5 meter. “Saya mengambilnya di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kulon Progo sehari setelah kejadian,” ujarnya kepada Tribun Jogja di markas Kulon Progo Exopet, belum lama ini.

Sekadar informasi, selter Kulon Progo Exopet yang dikelola Adit berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono Nomor 32, Kalurahan Kedungdowo, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo. Ia menyebut, ular king kobra termasuk jenis kanibal. Ia juga memangsa ular.

Ketika mematuk sang pemilik sampai meninggal dunia, ular itu sedang ganas karena dalam fase ganti kulit.  Adit melanjutkan, ular king kobra dan ular weling sama-sama memiliki bisa atau racun yang mematikan bagi manusia maupun hewan. Namun, king kobra lebih ganas ketimbang weling.

“Setelah dipatuk king kobra atau weling, korban hampir 99 persen berpotensi meninggal dunia. Tapi, secara pembawaan, weling memang lebih kalem dibanding king kobra,” jelasnya.

Ular-ular yang ada di selter Kulon Progo Exopet rata-rata merupakan titipan. Di sana, semua ular diberi makan sesuai ukuran. Untuk ular berukuran kecil, biasanya diberi makan cecak.

Sementara ular berukuran sedang hingga besar, diberi makan ayam. Meski rumah Adit dijadikan selter penitipan ular, para tetangga selama ini tidak ada yang komplain atau merasa keberatan.

“Mereka justru terbantu kalau ada ular masuk ke rumah. Dalam mengelola selter Kulon Progo Exopet, saya dibantu tiga teman. Untuk membeli pakan, kami pakai dana pribadi,” urainya.

Adit mengemukakan, butuh keahlian khusus dalam memelihara, apalagi mengevakuasi ular. Ia mengingatkan kepada khalayak untuk tidak bertindak sembrono tatkala menangkapnya.

“Selain paham karakter dan jenis, kita wajib menggunakan tongkat atau bambu dengan panjang minimal dua kali panjang ular. Jangan sekali-kali menangkapnya pakai tangan kosong,” katanya.

Satu hal lagi ditekankan Adit, ular sama sekali tidak takut terhadap garam. Ular takut dengan aroma menyengat, semisal parfum, bensin, atau bahan bakar kendaraan. (Sri Cahyani Putri)

Baca Tribun Jogja edisi Kamis 14 Oktober 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved